Kandang Ternak di Karangsambung Terbakar, Satu Ekor Kambing Mati Terpanggang 

  • Bagikan

MetronusaNews, Kebumen – Kebakaran menghanguskan sebuah kandang ternak milik Kasiman, 64 tahun, warga di Dukuh Jatibungkus, Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jumat malam, 6 November 2026. Satu ekor kambing mati terpanggang, sementara seekor lainnya mengalami luka bakar.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu diduga dipicu api dari pembakaran sisa rumput kering atau bediang yang ditinggalkan pemiliknya. Api kemudian merembet ke kandang yang berada tidak jauh dari sumber pembakaran.

Kapolsek Karangsambung Iptu Fuad Inayah mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui setelah pemilik kandang, dan seorang saksi bernama Yugo Iskandar, 26 tahun, mendengar suara bambu terbelah. Saat memeriksa sumber suara, keduanya mendapati kandang sudah dilalap api.

“Diduga api berasal dari pembakaran sisa rumput kering yang ditinggalkan dan lokasinya terlalu dekat dengan kandang. Api kemudian merembet hingga membakar seluruh bangunan,” kata Iptu Fuad, mewakili Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C Yusuf, Sabtu, 7 November 2026.

Menurut Iptu Fuad Inayah, personel Polsek Karangsambung bersama anggota Koramil, pemerintah desa, dan masyarakat setempat segera mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala minimnya sumber air sehingga api sulit dikendalikan.

Kandang berukuran sekitar 7 x 10 meter itu akhirnya terbakar habis. Dari total ternak yang berada di lokasi, satu ekor kambing mati terbakar, satu ekor mengalami luka bakar, delapan ekor kambing lainnya selamat, serta satu ekor sapi berhasil diselamatkan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek mengatakan, setelah menerima laporan, polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, mengamankan lokasi, meminta keterangan saksi, serta membantu warga memadamkan api.

Polres Kebumen melalui Polsek Karangsambung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membakar rumput kering, sampah, atau bahan lain yang mudah terbakar. Api sebaiknya tidak ditinggalkan sebelum benar-benar padam.

Kelalaian kecil dalam penggunaan api dapat berujung pada kebakaran dan kerugian besar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas pembakaran di sekitar permukiman maupun kandang ternak.

(Humas Polres Kebumen)

Penulis: NanikEditor: Red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *