
MetronusaNews.id | Bogor– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Bogor resmi dikukuhkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Potatoe Coffee, Kota Bogor, Sabtu (27/6/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah awal memperkuat peran pedagang pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kota Bogor.
Musyawarah Daerah tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, serta perwakilan pedagang pasar dari berbagai wilayah di Kota Bogor. Hadir pula perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSI dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Jawa Barat yang diwakili Nandang Sudrajat.
Panitia juga mengundang Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, sebagai Dewan Pembina. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir. Acara turut dihadiri Advokat Deden Setiawan, S.H. selaku perwakilan Dewan Pembina, Ahmad Muhibullah, S.H. dari Bidang Hukum dan HAM, Cakra Langit selaku Bidang Media dan Informasi, para koordinator wilayah pasar se-Kota Bogor, serta perwakilan Pemerintah Kota Bogor dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars APPSI, dilanjutkan pembacaan hasil Tim Formatur mengenai struktur kepengurusan DPD APPSI Kota Bogor. Sidang Musda juga menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta susunan kepengurusan DPD APPSI Kota Bogor beserta kepengurusan komisariat di seluruh pasar rakyat di Kota Bogor.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka APPSI dari perwakilan DPW APPSI Jawa Barat kepada Ketua DPD APPSI Kota Bogor terpilih, Ferry, S.E.
Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan bahwa APPSI akan membina 13 pasar rakyat yang tersebar di Kota Bogor. Menurutnya, organisasi ini menjadi wadah resmi untuk menghimpun, melindungi, dan memperjuangkan kepentingan para pedagang pasar tradisional.
“APPSI hadir untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, menjadi mitra strategis pemerintah, serta menjaga keberlanjutan dan modernisasi pasar rakyat agar semakin maju dan mampu bersaing,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, APPSI Kota Bogor berkomitmen menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok, sayur-mayur, dan berbagai komoditas pangan lainnya agar pasokan tetap tersedia dan harga tetap stabil. Tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bogor, pasokan tersebut juga diharapkan mampu mendukung daerah lain apabila diperlukan.
Selain memperjuangkan kesejahteraan pedagang, DPD APPSI Kota Bogor juga mengusung visi memperkuat gerakan ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan rantai pasok yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPW APPSI Jawa Barat, Iwan, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas distribusi kebutuhan pokok di pasar rakyat. Menurutnya, sinergi antara APPSI, pemerintah, Bulog, serta berbagai lembaga terkait menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan daging.
Ia juga mengingatkan perlunya kerja sama lintas sektor guna mencegah praktik monopoli komoditas yang berpotensi merugikan pedagang maupun masyarakat.
“Musyawarah Daerah ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar tradisional, sekaligus mempererat kemitraan dengan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Iwan.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban yang diiringi alunan musik. Momen tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus, anggota, serta seluruh tamu undangan untuk membangun pasar rakyat yang lebih maju dan berdaya saing.
