
Metronusa News, Banjarnegara, Jawa Tengah – Rencana pembongkaran jembatan di Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, menuai sorotan tajam dari warga sekitar, bahkan sempat menimbulkan gejolak dari warga sekitar
Akibat minimnya koordinasi maupun komunikasi dan sosialisasi ada saat sebelum pelaksanaan pekerjaan disebut dilaksanakan akhirnya menjadi pemicu munculnya ketegangan antara pihak pekerja proyek dengan warga di lapangan.
Warga sekitar saat di temui wartawan pada Senin (29/6/2026)mengaku bahwa mereka sangat terkejut dengan adanya pembongkaran jembatan, menurut beberapa warga yang ada dilokasi bahwa, warga pada sebelumnya tidak pernah menerima informasi penjelasan secara resmi dari pihak pemdes mengenai mengenai jadwal maupun mekanisme pelaksanaan proyek tersebut
Menurut warga pihaknya hanya meminta solusi atas terganggunya akses jalan, sehingga sangat mengganggu perputaran roda perekonomian maupun transportasi
dan kebijakan yang seharusnya menjadi bagian dari pembangunan justru memunculkan polemik di tengah kalangan masyarakat pedesaan
Masih dilokasi yang sama beberapa warga sekitar,kepada wartawan juga mengungkapkan, seharusnya kalau sejak awal ada komunikasi yang terbuka,dari pihak Pemdes, maka persoalan ini kemungkinan besar tidak akan membesar,” ujar salah seorang warga.
Menyikapi hal ini masyarakat menilai lemahnya komunikasi antar-pihak menunjukkan kurang matangnya persiapan sebelum proyek dijalankan.
Mereka mempertanyakan mengapa sosialisasi kepada warga terdampak tidak dilakukan secara maksimal, padahal jembatan merupakan akses vital bagi aktivitas sehari-hari.
Warga mendesak pemerintah desa dan pelaksana proyek, dan instansi terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka serta mencari solusi agar tidak merugikan masyarakat.
Bahkan warga juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan lainnya dimana saja.
Sedangkan pihak pelaksana saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (29/6/2026) menyampaikan.bahwa pihaknya pada sebelumnya sudah melakukan pemberitahuan ke pihak pemdes dan pemberitahuan tersebut diterima oleh salah satu staf pemdes.
“Dan itu sudah kami lakukan pada beberapa hari sebelumnya, terkait disampaikan ke kepal desa atau belum. ya itu kami malah kurang tau, namun setelah kami melakukan awal pembongkaran tiba tiba ada gejolak warga. makanya kami pun kaget, saya pikir pihak desa sudah mensosialisasikan kepada warga.ternyata belum di sosialisasikan
“Ungkap pihak pelaksana.
Sedangkan Ahmadi.kepala desa Petir kec Purwanegara saat dikonfirmasi wartawan pada senin (29/6/2026)
menjelaskan bahwa, “memang menurut informasi pihak pelaksana proyek sudah melakukan pemberitahuan ke pihak pemdes, dan pemberitahuan tersebut diterima oleh salah satu staf pemdes “namun sampai dilaksanakannya pembongkaran.salah satu staf saya tidak menyampaikan pemberitahuan dari pihak pelaksana, dengan alasan lupa, “Terang Ahmadi.
Hingga berita dirilis dan di terbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak pihak terkait mengenai penyebab kurangnya koordinasi maupun langkah penyelesaian atas persoalan yang terjadi.
(Ratih)
