Curhat di Kandang Kambing, Cara Unik Babinsa Gemolong Cegah Penyakit Ternak

  • Bagikan

Metronusa News, Sragen – Rabu (03/06/2026) Suasana di kandang kambing milik warga pagi itu terasa berbeda. Bukan sekedar meninjau kondisi ternak, Babinsa Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen Serka Giyanto tampak sedang berbincang akrab dengan para peternak. Fokus utamanya menjaga kesehatan hewan ternak dari ancaman penyakit yang bisa datang kapan saja.

Di tengah maraknya risiko penyakit pada hewan ternak, Serka Giyanto hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menjadi “penjaga” sekaligus pendamping bagi warga. Dengan gaya yang santai namun tegas, ia mengingatkan bahwa kesehatan ternak adalah aset berharga yang harus dilindungi bersama.

“Bapak-bapak, tolong jangan sungkan atau takut untuk melapor. Kalau kambing mulai terlihat lesu, nafsu makannya hilang, atau ada tanda-tanda tidak biasa di mulut dan kakinya, segera hubungi kami atau petugas kesehatan hewan,” ujar Giyanto saat melakukan komunikasi sosial (Komsos) di lokasi kandang.

Baginya, keterlambatan informasi adalah musuh utama. Jika satu ekor kambing sakit dan tidak segera ditangani, risiko penularan ke seluruh kandang sangatlah besar. Babinsa ingin membangun kesadaran bahwa “melapor dengan cepat” adalah kunci untuk menyelamatkan ekonomi peternak itu sendiri.

Selain memberikan edukasi, Giyanto juga berbagi tips praktis mengenai pentingnya sanitasi kandang. “Kandang yang bersih adalah benteng pertama. Semprot disinfektan rutin itu murah, tapi dampaknya luar biasa untuk mencegah bibit penyakit berkembang biak,” tambahnya.

Kehadiran Babinsa yang “turun ke bawah” ini disambut hangat oleh warga. Bagi para peternak di Gemolong, sosok Babinsa kini bukan lagi sekedar aparat keamanan, melainkan mitra diskusi yang sigap membantu kesulitan masyarakat di tingkat paling dasar.

Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan peternak di Kecamatan Gemolong tidak lagi merasa berjuang sendirian. Karena pada akhirnya, kesehatan ternak mereka adalah cerminan dari ketenangan dan kesejahteraan ekonomi keluarga di desa.

(Agus Kemplu)

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *