
MetronusaNews.id | – Dalam rangka memperingati Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Banten meluncurkan program Lumbung Pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di lingkungan masyarakat dan kader partai, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Banten H. Najib Hamas, Plh Sekretaris DPW PKS Banten Asep Rapiudin, Bendahara DPW, serta Kepala Bidang BPPN DPW PKS Banten Iip Makmur.
Dalam sambutannya, Iip Makmur menegaskan bahwa kader PKS harus selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata dalam berbagai persoalan, termasuk persoalan pangan.
“Kader PKS harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, baik ada momentum pemilu maupun tidak ada pemilu. Kader harus memastikan keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekelilingnya aman dari kekurangan pangan,” ujar Iip Makmur.
Ia menjelaskan, ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dengan lahan pertanian yang luas. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah sendiri dengan memanfaatkan lahan pekarangan menggunakan alat dan bahan yang sederhana,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Banten H. Najib Hamas menyampaikan bahwa program Lumbung Pangan merupakan bagian dari komitmen PKS dalam membangun kemandirian masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang.
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Di akhir acara, Ketua DPW PKS Banten H. Najib Hamas bersama Ketua Bidang Tani Iip Makmur menyerahkan bantuan bibit buah-buahan kepada kader dan simpatisan sebagai simbol dimulainya Gerakan Ketahanan Pangan di lingkungan PKS Banten.
Melalui program tersebut, DPW PKS Banten berharap seluruh kader dan masyarakat dapat semakin sadar pentingnya ketahanan pangan keluarga sebagai fondasi dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
