Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Bertahan di Kisaran Rp17.300 per 1 Mei 2026

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan sejumlah acuan pasar dan perbankan nasional, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp17.200 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan posisi rupiah berada di sekitar Rp17.277 per USD. Sementara itu, kurs transaksi Bank Indonesia mencatat kurs jual dolar AS sebesar Rp17.410,62 dan kurs beli Rp17.237,38.

Di sektor perbankan, nilai tukar juga menunjukkan angka yang relatif serupa. BCA melalui e-Rate mencatat kurs beli USD di angka Rp17.295 dan kurs jual Rp17.395. Sedangkan BRI menetapkan kurs beli Rp17.248 dan kurs jual Rp17.420.

Pengamat pasar menilai pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), ketegangan geopolitik internasional, serta arus modal asing yang masih fluktuatif.

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah sempat menguat ke level Rp17.211 per dolar AS, namun kembali melemah akibat tekanan eksternal dan meningkatnya permintaan dolar di pasar domestik.

Kondisi ini membuat pelaku usaha, importir, hingga masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi valuta asing perlu lebih cermat memantau perkembangan kurs harian.

Secara umum, nilai tukar hari ini dapat disimpulkan bahwa 1 dolar AS setara dengan sekitar Rp17.300 hingga Rp17.400. Dengan demikian, dana sebesar Rp1 juta setara dengan sekitar 57 hingga 58 dolar AS.

Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Penulis: TimEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *