
Metronusa News, Wonosobo, Jawa Tengah – Peran tokoh masyarakat kembali menjadi sorotan dalam upaya pembangunan desa. Di Desa Rogojati, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, sosok Mbah Imam dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendorong terwujudnya desa mandiri melalui penguatan jaringan sosial dan budaya partisipatif warga.
Dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, Mbah Imam dikenal aktif membangun komunikasi lintas kelompok, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga perangkat desa. Melalui jaringan yang kuat tersebut, ia mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan secara kolektif.
Tidak hanya itu, pendekatan yang dilakukan Mbah Imam juga dinilai unik. Ia kerap mendorong budaya “bertanya” di tengah masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan. Warga diajak untuk aktif menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta ide-ide kreatif guna memajukan desa. Pola ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran kritis sekaligus rasa memiliki terhadap program pembangunan.
“Pembangunan desa tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat terlibat dan merasa memiliki,” menjadi prinsip yang terus didorong dalam setiap kesempatan.
Melalui penguatan jaringan sosial dan ruang dialog terbuka, berbagai program desa seperti pemberdayaan ekonomi, kegiatan keagamaan, serta pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan lebih efektif. Partisipasi aktif masyarakat pun menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan desa mandiri.
Pemerintah desa setempat menyambut baik peran tokoh masyarakat seperti Mbah Imam yang dinilai mampu menjadi penghubung antara kebijakan dan kebutuhan riil warga. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat capaian pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong, keterbukaan, serta komunikasi yang terus dibangun, Desa Rogojati optimistis dapat melangkah menuju desa mandiri yang berdaya saing dan sejahtera.
(Ratih)
