Antara Gema Takbir dan Duka Pembangunan: Cilacap Rayakan Hari Jadi ke-170 di Tengah Prahara Hukum

  • Bagikan

Metronusa News, CILACAP – Suasana khidmat nan emosional menyelimuti Kabupaten Cilacap pada Sabtu (21/03/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh bersamaan dengan momentum bersejarah Hari Jadi Kabupaten Cilacap yang ke-170. Namun, di balik gema takbir dan keceriaan warga, mendung tipis menggelayuti wajah “Bumi Wijayakusuma”.

Kegembiraan masyarakat yang merayakan hari kemenangan sekaligus hari lahir kabupaten terasa kontras dengan realitas pahit yang baru saja terjadi.

Harapan publik untuk melihat Cilacap yang lebih “Bercahaya” dan melangkah menuju era emas sempat terpukul hebat menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Cilacap, Drs. Syamsul Auliya Rachman.

Ironi di Tengah Harapan Besar Padahal, pasangan Syamsul Auliya Rachman dan Ammy Amalia Fatma Surya merupakan tumpuan harapan baru warga sejak memenangkan Pilkada 2024 dengan perolehan 43,81% suara.

Keduanya baru saja setahun memimpin sejak dilantik secara definitif pada 19 Februari 2025 lalu. Visi besar untuk memajukan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kini menghadapi ujian integritas yang sangat berat.

Babak Baru: Harapan pada Ammy Amalia Fatma Surya di tengah keguncangan ini, titik terang mulai muncul. Pasca penonaktifan bupati, Gubernur Jawa Tengah telah resmi melantik Ammy Amalia Fatma Surya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap. Langkah cepat ini diambil guna memastikan roda pemerintahan tidak terhenti.

Masyarakat menaruh harapan besar di pundak Ammy Fatmawati (sapaan akrabnya). Publik berharap di bawah kepemimpinan Plt. Bupati yang baru dilantik ini, program-program strategis yang telah direncanakan—terutama percepatan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat—dapat terus berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.

“Kami berharap Ibu Ammy bisa mengemban amanah ini dengan baik. Di hari yang suci ini, doa kami adalah agar beliau mampu melanjutkan program pembangunan secara aman, transparan, dan benar-benar amanah untuk kepentingan warga Cilacap,” ungkap salah seorang warga saat ditemui usai salat Id.

Refleksi di Hari Jadi ke-170

Momentum Hari Jadi ke-170 ini menjadi pengingat keras bahwa perjalanan menuju “Cilacap Emas” menuntut kepemimpinan yang bersih. Meski duka menyelimuti, semangat warga untuk bangkit tetap menyala.

Kini, di hari yang fitri ini, doa-doa dipanjatkan bukan hanya untuk pengampunan dosa, tetapi juga untuk kekuatan bagi kepemimpinan yang baru. Warga berharap Cilacap tetap tegak berdiri, melampaui badai politik, dan benar-benar menjadi daerah yang lebih bercahaya, maju, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Reporter: Tim redaksi Metronusa News

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *