
Metronusa News, BANJARNEGARA – Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara gelar pelatihan dalam pembuatan minuman khas daerah Banjarnegara yaitu Dawet Ayu.yang di diikuti oleh umat lintas agama.Kamis (5/3/2026)
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah Banjarnegara kegiatan ini diadakan dan dilaksanakan di Vihara Dhammaloka Merden Purwanegara Banjarnegara .

Kegiatan berupa pelatihan ini diikuti oleh umat dari berbagai latar belakang agama, diantaranya mulai dari Buddha, dan Kristen
Kegiatan Pelatihan tersebut mengajak para peserta untuk mempelajari proses pembuatan Dawet Ayu mulai dari awal yaitu pembuatan cendol yang berbahan tepung gelang(aren ) tepung beras, serta penyajian santan, hingga membuat racikan gula merah yang menjadi ciri khas minuman tradisional Banjarnegara tersebut.

Dalam sambutannya Hendry sebagai mentor dari Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menyampaikan bahwa “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan kuliner lokal, “Akan tetapi juga mempererat persaudaraan antar umat beragama, “Dengan melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan produktif.
“Kegiatan seperti ini, “kita ingin menunjukkan bahwa, “kerukunan dapat dibangun melalui aktivitas bersama, “yang bermanfaat bagi umat.

Menurut Hendry, “Kuliner lokal seperti Dawet Ayu ini bisa menjadi media untuk mempererat kebersamaan,
“Bahkan pelatihan juga menjadi bagian dari implementasi program moderasi beragama yang terus digalakkan oleh Kementerian Agama dengan melibatkan tempat ibadah lintas agama seperti vihara,
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai toleransi, “saling menghormati, “dan gotong royong di tengah masyarakat.

Atas Kegiatan Ini Budi, salah satu tokoh umat Budha yang sekaligus pengurus Vihara Dhammaloka Merden menyambut baik atas dilaksanakan nya kegiatan tersebut.
Menurutnya, “kegiatan bersama lintas agama seperti ini dapat menjadi sarana membangun hubungan yang harmonis antar warga sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Kegiatan praktik pembuatan Dawet Ayu, para pesertanya yang di dominasi ibu ibu ini tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan hingga proses penyajian minuman tradisional tersebut.

Kementrian Agama Kantor Banjarnegara berharap dengan adanya kegiatan ini maka, “nilai-nilai moderasi beragama semakin tumbuh di tengah masyarakat, dan diharapkan potensi kuliner lokal seperti Dawet ayu dapat semakin dikenal dan dilestarikan di wilayah Banjarnegara.

Beberapa peserta maupun tokok tokoh yang hadir saat di konfirmasi wartawan hampir mengungkapkan hal yang senada, mereka senang dan sangat support dengan kegiatan ini semoga ini nantinya dapat bermanfaaat untuk dikembangkan. Oleh umat.
(Ratih)
