
Metronusa News, London – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mempertegas komitmennya dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya di London, Inggris, Presiden Prabowo secara khusus mengajak universitas-universitas elite Inggris untuk melakukan ekspansi besar-besaran dengan mendirikan 10 kampus berstandar dunia di tanah air.
Langkah strategis ini disampaikan Presiden di hadapan para tokoh pendidikan dan pemimpin perguruan tinggi ternama Inggris. Presiden menekankan bahwa Indonesia sedang berada dalam jalur cepat menuju visi Indonesia Emas 2045, yang hanya bisa dicapai melalui transformasi radikal di sektor sumber daya manusia (SDM).
Transformasi Pendidikan dan Penghematan Devisa
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran universitas top Inggris di Indonesia bukan sekadar soal prestise, melainkan kebutuhan mendesak untuk mentransfer ilmu pengetahuan secara langsung.
”Kita ingin anak-anak muda terbaik kita mendapatkan pendidikan kelas dunia tanpa harus meninggalkan tanah air. Ini adalah tentang aksesibilitas dan juga tentang membawa standar global ke dalam ekosistem pendidikan domestik kita,” ujar Presiden dalam salah satu pertemuan di London.
Selain peningkatan kualitas akademik, kebijakan ini diprediksi akan berdampak positif pada stabilitas ekonomi makro melalui:
- Pengurangan Brain Drain: Mempertahankan talenta terbaik agar tetap berkontribusi di dalam negeri selama masa studi.
- Efisiensi Devisa: Mengurangi aliran dana keluar negeri yang selama ini dialokasikan untuk biaya pendidikan internasional oleh ribuan mahasiswa Indonesia.
Fokus pada STEM dan Kedokteran
Pemerintah Indonesia disebut akan memberikan karpet merah, terutama bagi universitas yang memiliki keunggulan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta Kedokteran. Bidang-bidang ini dinilai sangat krusial untuk mendukung agenda hilirisasi industri dan perbaikan sistem kesehatan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Inggris, yang memiliki institusi legendaris seperti Oxford, Cambridge, hingga Imperial College London, dipandang sebagai mitra paling ideal karena reputasi riset dan inovasinya yang diakui secara global.
Menuju Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan
Menindaklanjuti ajakan ini, pemerintah kabarnya tengah menyiapkan skema kemudahan regulasi, termasuk pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pendidikan. Skema ini memungkinkan universitas asing untuk beroperasi dengan fleksibilitas akademik namun tetap terintegrasi dengan kebutuhan industri lokal.
Kunjungan ini diharapkan segera membuahkan Nota Kesepahaman (MoU) konkret dalam waktu dekat, menyusul keberhasilan beberapa universitas Australia yang telah lebih dulu membuka cabang di Indonesia.
