Metronusa News, Sorong, PBD | Menyoroti Pemblokiran/pencabutan sementara code Barcode Subsidi BBM Petralite oleh Petra Niaga (unit Bisnis pertamina) pusat yang sudah menjelang 3 bulan masih menjadi kendala bagi pengguna kendaraan roda 4 dan roda 6 di Provinsi Papua Barat Daya.
Sesuai wawancara kami dengan mba Hilda bagian atmin pertamina yang menangani gangguan code barcode bahwa
” pengguna code barcode subsidi yang sudah diblokir/sementara oleh petra Niaga pertamina pusat wajib konfirmasih kembali ke Pertamina Marketing operation Regonal Vlll unit Terminal Sorong,jln A.Yani No.3 Sorong Papua Barat Daya.
untuk pemblokiran akun lama lalu buat akun beru melaui My pertamina supsidi”tuturnya.
Sedangkan menurut Safta kepala Cenal Atmistrasi pertamina Marketing Regonal
VIII Sorong juga mengatakan pemblokiran sementara terjadi karena :
” Petra Niaga sedang pembersihan Akun disebabkan adanya akun”yang tidak jelas,alamat Emilnya 1 tetapi banyak pemakai anomali ( penyimpangan/kelalaian) karena waktu pendaftaran barcode pertama atmin spbu mengunakan 1 Email untuk mendaftarkan 1 – 5 pemilik kendaran dinomor plat mobil yang berbeda.
Dia (Safta) kembalig menambahkan bahwa setiap penguna barcode yang sedang dibersihkan jangan kuatir/takut terkait borcode yang diblokir,karena dari pihak pertamina sedang siapkan posko”disetiap SPBU untuk membantu bp/ibu yang bercodenya di blokir. Tetapi dengan catatan si pemilik kendaraan harus siapkan:
1.Email pribadi penguna mobil.
2.Ktp penguna Mobil.
3.Kartu KK penguna mobil.
4.STNK pemilik Mobil.
untuk mendaftar kembali barcode baru sesuai dengan plat nomor polisi penguna.tuturnya sambil mengakhiri wawancara ini.
Kami sebagai pemilik dan penguna mobil sangat kecewa terhadap pertamina yang secara tiba”tampa pemberitahuan atau pengumuman terkait pembersihan Akun,makanya kami sangat susah sekali untuk mendapatkan BBM Subsidi yang menjadi hak kami.
jadi saya mewakili semua masyarakat PBD penguna akun mobil yang diblokir mengharapkan kepada pertamina segera mengambil langkah”cepat untuk menangani masalah ini dengan baik dan bijak.tegas Frans Baho asal Kabupaten Maybrat.
Penulis Samuel M.
