Metronusa News, Probolinggo Jawa Timur | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menutup tahun 2025 dengan menggelar Rapat Koordinasi Bersama Dewan Penasehat, dengan mengangkat tema yang sangat strategis yakni “Konsolidasi dan Evaluasi sebagai Proyeksi Penguatan Kinerja Keorganisasian FKUB dalam Mendukung Pembangunan Kota Probolinggo.”
Agenda yang dilaksanakan di D’Bellpaper Cafe pada hari Rabu (10/12/2025) dihadiri oleh segenap jajaran Dewan Penasehat dan pengurus FKUB. dari jajaran dewan penasehat dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Budi Wirawan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), M. Sonhaji, Andri Purwanto Kabag Kesra, Kepala Kemenag Didik Kurniawan, Lius dari Gereja Maria Bunda Karmel, I Nyoman dari Hindu, dan Pendeta Argo mewakili MAG. Sementara dari FKUB hadir langsung Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, bersama jajaran pengurus.
Dalam sambutan pengantar rakor Hudri menyampaikan bahwa tema yang diangkat ini dipandang sangat tepat dan relevan, karena FKUB merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat kohesi antarumat beragama, serta memastikan keberlanjutan pembangunan daerah yang inklusif dan harmonis.
“Pembangunan tidak dapat berjalan optimal apabila masyarakat tidak berada dalam suasana yang aman, tenteram, dan saling percaya. Oleh karena itu, peran FKUB sebagai fasilitator dialog, penjaga harmoni, dan penggerak kerukunan menjadi sangat penting. Pembangunan infrastruktur, layanan publik, maupun pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih efektif apabila didukung oleh suasana kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghargai”, tegas Hudri.
Melalui konsolidasi organisasi, FKUB dapat memperkuat tata kelola internal, meningkatkan kapasitas pengurus, memperjelas pembagian peran, serta merumuskan arah dan strategi yang lebih terukur. Sedangkan melalui evaluasi, FKUB dapat melihat apa yang sudah baik, apa yang perlu ditingkatkan, dan apa yang harus disesuaikan dengan perkembangan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu Budi Wirawan yang mewakili Wakil Walikota Ina Dwi Lestari yang sekaligus Ketua Dewan Penasehat menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperluas ruang partisipasi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam upaya tersebut, FKUB memiliki kontribusi penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan.
“FKUB berperan penting khususnya dalam Memperkuat moderasi beragama di tingkat akar rumput, Menyelesaikan dan mencegah potensi konflik keagamaan, memfasilitasi dialog lintas agama secara berkesinambungan, Mengawal implementasi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, dan memberikan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah yang berperspektif harmoni sosial,” cetus Budi Wirawan.
Budi Wirawan juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berbagai program yang telah dijalankan FKUB sepanjang tahun ini—mulai dari pembinaan rumah ibadah, dialog tokoh lintas agama, edukasi moderasi beragama, hingga kolaborasi program lingkungan berbasis keagamaan seperti EcoHarmony. Semua ini menjadi bukti nyata hadirnya FKUB sebagai pelopor harmoni di daerah Kota Probolinggo. Bahkan FKUB juga menyampaikan aspirasi tentang perlunya peraturan daerah tentang penguatan kerukunan umat beragama.
Usai sambutan-sambutan Pembuka, Hudri menyampaikan laporan realisasi program dan anggaran tahun 2025. Dalam evaluasinya tersampaikan bahwa FKUB kota Probolinggo telah banyak melakukan akselerasi dan inovasi program sebagai bagian dari penguatan kelembagaan FKUB sebagai mitra konstruktif pemerintah dalam proses oembangunan.
Sehingga dari evaluasi ini diproyeksikan di tahun-tahun mendatang dapat menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks, seperti dinamika politik, arus informasi digital yang cepat, isu lingkungan, serta perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Sehingga Untuk itu, FKUB perlu memperkuat transformasi digital organisasi, roadmap kerukunan dan data keagamaan yang terintegrasi, mengembangkan model-model inovasi program kebangsaan, sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, ormas keagamaan, dan berbagai komunitas masyarakat.
Melalui konsolidasi dan evaluasi hari ini, saya berharap FKUB dapat menyiapkan langkah-langkah yang lebih strategis dan visioner, sehingga organisasi ini benar-benar menjadi mitra pemerintah yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
FKUB akan terus membuka ruang dialog, komunikasi, dan kerja sama yang produktif dengan seluruh elemen masyarakat. Hal ini perlu dilakukan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, dan FKUB adalah pilar yang memastikan fondasi itu tetap kokoh dan relevan terhadap perkembangan zaman.
Setelah menyampaikan laporan realisasi program, evaluasi dan proyeksi, sesi dilanjutkan dengan masukan saran dari semua anggota dewan penasehat. Beberapa masukan penasehat diantaranya tentang usulan relokasi pasar Minggu di jalan Suroyo dimana terdapat rumah ibadah gereja. Usulan juga agar menambah rakor bersama dewan penasehat ditambah menjadi tiga kali setahun.
Usulan lainnya adalah agar hibah Pemda yang berhubungan langsung dengan dampak positif terhadap masyarakat agar tidak dikurangi. Selain itu juga mengingatkan kembali pemerintah daerah agar menindaklanjuti rekomendasi FKUB hasil rakerda pertama tahun 2025 ditindaklanjuti seperti pengadaan lahan pemakaman khususnya pemakaman non muslim, silaturahmi lintas agama, festival budaya lintas agama dan doa lintas agama pada ceremonial resmi pemerintahan.
