
Metronusa News, CILACAP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap menegaskan komitmennya untuk bergerak secara konsisten di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan di sela-sela agenda Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) dan Pendidikan Politik Periode 2026–2031 yang digelar di Cilacap, Jumat (22/5/2026).
Dalam sesi wawancara khusus di lokasi acara, perwakilan fungsionaris partai menekankan bahwa target utama dari restrukturisasi organisasi ini adalah memenangkan hati rakyat secara tulus, terutama dalam menyongsong Pemilu 2029 mendatang.
Anggit, Ketua DPC PDI Perjuangan Cilacap menyatakan bahwa simpati dan kepercayaan masyarakat tidak dapat diraih dengan cara-cara yang manipulatif atau mendadak.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan hati rakyat. Memenangkan hati rakyat itu tidak bisa dengan instan, tidak bisa dengan berpura-pura, melainkan membutuhkan konsistensi dan kesungguhan,” tegasnya di hadapan awak media.
Ia menambahkan bahwa pembentukan struktur baru di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Cilacap ini adalah langkah nyata partai untuk memastikan mesin politik selalu hadir dan bekerja nyata di tingkat akar rumput (grassroots), bukan sekadar aktif saat menjelang pemilu saja.
Lebih lanjut, dalam pernyataan wawancaranya, jajaran pimpinan partai menyebutkan bahwa seluruh pengurus yang terpilih dan mengambil sumpah janji pada malam hari ini merupakan representasi dari komitmen terbaik partai terhadap daerah dan negara.
“Kader-kader terbaik yang dikukuhkan pada malam hari ini merupakan bentuk ‘wakaf’ terbaik dari PDI Perjuangan untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Melalui ikrar sumpah jabatan yang disaksikan langsung oleh ratusan kader di dalam aula, seluruh jajaran PAC yang baru diminta memegang teguh pakta integritas dan ideologi partai demi mengawal aspirasi masyarakat Cilacap secara tegak lurus.
Pernyataan tegas dalam wawancara tersebut didukung oleh suasana pelantikan yang berjalan sangat khidmat. Sebelum prosesi inti dan wawancara dimulai, jajaran fungsionaris yang hadir disambut dengan tarian tradisional Jawa oleh penari berkebaya merah, serta iring-iringan pembawa rangkaian bunga merah sebagai simbol kehormatan.
Acara yang dipadati oleh ratusan kader berseragam merah ini ditutup dengan penuh optimisme. Selepas pernyataan pers diberikan, seluruh pengurus secara serentak mengacungkan kepalan tangan ke udara sembari mengumandangkan pekik ikonik, “Tetap semangat, Merdeka!” yang menandai kesiapan penuh menyongsong agenda-agenda politik ke depan.
