
MetronusaNews.id | Jawa Barat — Isu keterlambatan pembayaran gaji guru honorer kembali mencuat. Kali ini, ribuan tenaga pendidik non-ASN di wilayah Jawa Barat dikabarkan belum menerima gaji selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Informasi tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik, terutama di kalangan tenaga pendidik yang selama ini menggantungkan penghasilan dari dana operasional sekolah.
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa keterlambatan ini diduga berkaitan dengan belum optimalnya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pembayaran honor guru non-ASN.
“Kalau dana BOS belum turun, otomatis honor kami juga tertunda. Ini bukan pertama kali terjadi,” ujar salah satu guru honorer yang enggan disebutkan namanya.
Fenomena keterlambatan gaji guru honorer memang bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan ini kerap terjadi di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, terutama saat terjadi hambatan dalam proses administrasi maupun distribusi anggaran.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui kebijakan terbaru diketahui tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer, termasuk melalui rencana kenaikan tunjangan bagi tenaga non-ASN. Namun demikian, implementasi di tingkat daerah dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
Pengamat pendidikan menilai bahwa persoalan ini menunjukkan adanya ketergantungan tinggi terhadap sistem pendanaan berbasis BOS, tanpa diimbangi dengan mekanisme cadangan atau solusi alternatif ketika terjadi keterlambatan pencairan.
“Selama sistemnya masih seperti ini, maka potensi keterlambatan akan terus berulang. Harus ada reformasi dalam tata kelola pembayaran guru honorer,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah Jawa Barat terkait kebenaran jumlah guru terdampak maupun penyebab pasti keterlambatan tersebut.
Publik pun mendesak adanya transparansi serta langkah cepat dari pihak terkait, mengingat peran guru honorer yang sangat vital dalam menopang sistem pendidikan nasional.
Catatan Redaksi
MetronusaNews.id masih terus melakukan penelusuran dan verifikasi lanjutan terkait data jumlah guru terdampak serta durasi keterlambatan pembayaran.
