
Metronusa News, Labuhanbatu – Menindaklanjuti beredarnya konten di media sosial Instagram yang mengandung ujaran tidak pantas, penghinaan, serta dugaan pencemaran nama baik terhadap Pesantren Modern Nurul Iman Labuhanbatu dan Panitia Perkemahan Pramuka Solidaritas Patriot Tinggi (PASOPATI), pihak MTs Negeri 1 Labuhanbatu menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara resmi, Selasa (3/2/2026).
Pihak MTs Negeri 1 Labuhanbatu menegaskan bahwa unggahan tersebut dilakukan oleh salah satu peserta didik yang mengikuti kegiatan PASOPATI dan tidak mencerminkan sikap, nilai, maupun kebijakan resmi institusi sekolah.
Sekolah menyayangkan tindakan tersebut karena telah menimbulkan keresahan, merugikan pihak pesantren serta panitia penyelenggara, dan mencederai nilai-nilai kepramukaan yang menjunjung tinggi etika, sopan santun, persaudaraan, serta tanggung jawab.
Ketua Panitia PASOPATI, Ihsan Jaya Ritonga, menyampaikan bahwa akun pribadi miliknya serta akun resmi pesantren menjadi sasaran serangan dan hinaan menggunakan bahasa tidak pantas melalui media sosial Instagram oleh salah satu peserta didik MTs Negeri 1 Labuhanbatu.
“Hal ini sangat kami sesalkan karena telah mencemarkan nama baik lembaga dan panitia penyelenggara,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, klarifikasi dan permohonan maaf tersebut telah disampaikan secara langsung dan terbuka, disaksikan oleh Buya, para ustaz dan ustazah, serta santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Nurul Iman Labuhanbatu.
Langkah ini dilakukan guna menjaga transparansi, keadilan, serta kondusivitas hubungan antar lembaga.
Pihak MTs Negeri 1 Labuhanbatu juga menyatakan telah memanggil peserta didik yang bersangkutan untuk dilakukan pembinaan. Sekolah memberikan teguran keras, pembinaan karakter, serta edukasi etika bermedia sosial, dan berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Pesantren Modern Nurul Iman Labuhanbatu, panitia, serta seluruh unsur pelaksana PASOPATI. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, kami juga akan membuat video klarifikasi dan permohonan maaf yang akan diunggah melalui akun media sosial Instagram siswa yang bersangkutan,” ujar perwakilan pihak sekolah.
Panitia PASOPATI berharap klarifikasi ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh peserta didik agar senantiasa menjaga sikap, tutur kata, dan etika, baik dalam kegiatan kepramukaan maupun dalam penggunaan media sosial.
