Oknum Perangkat Desa Gentasari Diduga Kerap Absen, Lebih Pilih Urus Proyek Ketimbang Pelayanan ​

  • Bagikan

​Metronusa News, Banjarnegara, Jateng | Kinerja perangkat desa di wilayah Kabupaten Banjarnegara kembali menjadi sorotan. Kali ini, MJ, yang menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Gentasari, Kecamatan Pagedongan, diduga kuat jarang masuk kantor.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, MJ disinyalir lebih banyak menghabiskan waktu di luar kantor untuk mengurusi berbagai proyek pribadi. Hal ini memicu keluhan terkait efektivitas pelayanan administrasi di balai desa, mengingat jabatan Kaur Keuangan merupakan posisi vital dalam tata kelola pemerintahan desa.

​Ironisnya, meski dugaan ketidakdisiplinan ini sudah berlangsung cukup lama, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak Pemerintah Desa Gentasari. Kepala Desa (Kades) setempat dilaporkan belum memberikan teguran tertulis maupun sanksi administratif kepada yang bersangkutan.

​Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kehadiran MJ di kantor bisa dihitung dengan jari dalam sepekan.

​”Harusnya sebagai perangkat desa fokus pada pelayanan masyarakat, bukan malah sibuk urusan proyek di luar. Apalagi ini jabatan strategis,” ujarnya.

Kepala Desa Gentasari sendiri saat dijumpai di kediamannya sedang tidak di rumah untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait alasan sering absennya oknum perangkat tersebut serta sejauh mana pengawasan internal dilakukan.

​Masyarakat berharap pihak Kecamatan Pagedongan maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Banjarnegara segera turun tangan untuk melakukan evaluasi agar disiplin kerja perangkat desa tetap terjaga demi kepentingan publik.

Ketika awak media mengklarifikasi MJ melalui WhatsApp, mengatakan bahwa ” Tentang pelayanan masyarakat di Desa Gantansari aman, keuangan lancar, kalau tidak percaya, silahkan tanyakan ke pak kades ” ungkapnya dengan singkat.

Namun kewajiban kehadiran perangkat desa sebagai kepala urusan keuangan yang mengendalikan tata kelola keuangan desa jarang berada dikantor maka, masyarakat meragukan atas jawaban dari kaur keuangan.

(Ratih & Tim)

Editor: Red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *