Metronusa News, Probolinggo Jawa Timur | 26 Desember 2025 – Peta politik di Kabupaten Probolinggo memasuki babak baru. Pasca gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Shangri-La Surabaya (20/12), kepengurusan anyar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo langsung bergerak cepat. Hari ini, bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Raya Dringu, mereka resmi meluncurkan Deklarasi Komitmen Kerja Partai.
Bukan sekadar seremonial, deklarasi ini menjadi manifesto politik yang tegas di bawah kepemimpinan H. Khairul Anam, S.Kom., M.Sos. Di hadapan seluruh jajaran pengurus, Anam membedah strategi besar partai yang dirangkum dalam program unggulan 7P.
7 Pilar Perjuangan (7P): Manifesto Politik Kerakyatan
Program 7P dirancang sebagai kompas pergerakan kader banteng di Probolinggo untuk menjawab tantangan zaman:
Pancasila Hidup: Membumikan nilai luhur dalam sendi kehidupan bermasyarakat.
Politik Bersih dan Berdaulat: Mewujudkan integritas tanpa kompromi.
Perekonomian Rakyat Kuat: Fokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi arus bawah.
Pendidikan Berkeadilan: Memastikan akses ilmu pengetahuan bagi semua lapisan.
Pelayanan Kesehatan Rakyat: Menjamin hak sehat bagi setiap warga.
Pembangunan Merata dan Berkelanjutan: Infrastruktur yang menyentuh pelosok desa.
Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal: Menjaga identitas di tengah arus modernisasi.
Ketujuh poin strategis tersebut dikerucutkan menjadi satu jargon yang membakar semangat kader: “Politik Kerakyatan Pembangunan Berkeadilan”.
“Komitmen ini adalah panduan moral dan sikap kerja kami dalam melayani rakyat. Kami tidak ingin berjalan tanpa arah. Dengan 7P, setiap fungsi partai, baik di internal maupun di legislatif, memiliki target yang jelas dan terukur,” tegas H. Khairul Anam dalam pidato politiknya yang disambut antusias.
Sinergi Strategis dan Kritik Konstruktif
Lebih lanjut, Anam menegaskan bahwa PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo tidak akan menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Ia menyatakan kesiapan partai untuk bergandengan tangan dengan Pemerintah Daerah, namun dengan catatan yang kuat.
“Kami siap bersinergi, berdampingan, dan bekerja bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Namun, sinergi ini dibangun di atas fondasi kritik konstruktif. Kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi. Jika kebijakan tidak berpihak pada rakyat, kami akan menjadi yang terdepan dalam mengingatkan,” tambah pria yang dikenal visioner ini.
Langkah ini dipandang sebagai implementasi konkret dari prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Momentum Konsolidasi
Deklarasi ini menjadi sinyal kuat bahwa PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo tengah melakukan penguatan organisasi secara masif. Dengan struktur yang solid dan program yang membumi, partai berlambang banteng moncong putih ini siap menjadi penggerak utama perubahan sosial dan politik di Probolinggo.
“Hari ini kami tegaskan arah perjuangan kami. Kami hadir bukan hanya untuk berpolitik, tapi untuk memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkas Anam.
