
Metronusa News, CILACAP – Jarak ribuan kilometer dan jeruji besi yang kokoh tak mampu mengikis ikatan persaudaraan yang telah mengakar.
Sebuah momentum penuh emosi dan solidaritas kemanusiaan tersaji di ujung selatan Jawa Tengah, saat Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, melangkahkan kaki menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, pada hari Rabu, 21/05/2026.Cilacap.
Kunjungan resmi ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang sarat akan bisikan doa dan dukungan moril.
Di balik dinding-dinding batu pulau penjara tersebut, ada seorang saudara—Jekson Sihombing, warga binaan yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar PPWI—yang tengah menanti secercah kehangatan dari dunia luar.
Sambutan Hangat di Tanah Wijayakusuma Langkah kaki rombongan Pengurus Pusat PPWI langsung disambut dengan dekapan kehangatan begitu tiba di Cilacap.
Pemegang SK Mandat Ketua DPD PPWI Jawa Tengah, KRT Ardhi Solehudin, SH, M.Kom, bersama jajaran pengurus daerah telah bersiap menyambut sang pimpinan tertinggi dengan rasa hormat dan kekeluargaan yang mendalam.
Penyambutan ini menjadi potret nyata betapa kokohnya fondasi persaudaraan PPWI. Tak sekadar menyapa, KRT Ardhi Solehudin beserta tim DPD Jateng memberikan pengawalan total yang menyentuh hati.
Sejak detik pertama kedatangan, menyusuri rute-rute krusial di Cilacap, mendampingi jalannya agenda yang penuh haru, hingga mengantarkan kembali Ketum PPWI dan rombongan ke Stasiun Cilacap, semuanya dilakukan dengan ketulusan seorang saudara.
”Kami dari DPD PPWI Jawa Tengah menyambut baik dan siap memberikan dukungan penuh untuk kunjungan Ketum beserta rombongan.
Ini adalah bentuk nyata dari solidaritas tanpa batas, sebuah komitmen di mana duka satu anggota adalah duka kita bersama,” tutur KRT Ardhi Solehudin dengan nada bergetar penuh empati.
Air Mata dan Keteguhan di Balik Jeruji Perjalanan melintasi selat menuju Nusakambangan terasa begitu khidmat.

Dalam misi yang menyentuh sanubari ini, Wilson Lalengke didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPWI, Julian Caisar, serta Penasihat Hukum (PH) PPWI, Ujang Kosasih.
Namun, atmosfer haru kian memuncak karena kehadiran barisan wanita-wanita tangguh yang merupakan keluarga inti Jekson Sihombing.
Ada sang ibu kandung, Relly Pasaribu (Anggota PPWI Pekanbaru), sang nenek, Tiur Simamora (Anggota PPWI Jakarta), serta adik kandung tercinta, Arnadeyanti Sihombing (Anggota PPWI Jakarta).
Pertemuan di ruang kunjungan menjadi muara dari segala rindu yang tertahan.
Tangis haru, pelukan erat, dan doa yang dipanjatkan bersama seolah meruntuhkan dinginnya dinding pemasyarakatan.
Kehadiran ibu, nenek, dan para petinggi organisasi menjadi obat penawar duka sekaligus suntikan kekuatan batin yang luar biasa bagi Jekson.
Apresiasi Atas Solidaritas Tanpa Batas Melihat ketulusan dan pengawalan tanpa pamrih dari pengurus daerah, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan apresiasinya yang mendalam kepada KRT Ardhi Solehudin dan seluruh jajaran PPWI Jawa Tengah.

Wilson menegaskan bahwa kehadiran mereka—mulai dari pengurus pusat, tim hukum, hingga keluarga—adalah komitmen suci untuk memastikan bahwa Jekson tidak berjalan sendirian.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memantau kondisi kesehatan warga binaan sekaligus menjalin tali silaturahmi yang harmonis dengan pihak otoritas Lapas
Nusakambangan.
Meski diliputi suasana emosional yang menyayat hati, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat lancar, tertib, dan penuh rasa hormat terhadap seluruh regulasi ketat yang berlaku di area pemasyarakatan Nusakambangan. Rombongan kembali dengan membawa pulang harapan, bahwa di balik jeruji besi sekalipun, kemanusiaan dan persaudaraan akan selalu menemukan jalannya untuk bersinar.
(STMN)
