
MetronusaNews.id | Internasional
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer Iran, termasuk sistem rudal dan armada lautnya.
Dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump mengatakan serangan militer yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir telah menghancurkan sebagian besar kemampuan ofensif Iran. Ia menyebut sekitar 60 hingga 64 persen sistem rudal dan peluncur Iran telah dihancurkan, sementara sekitar 24 kapal perang Iran dilaporkan tenggelam atau lumpuh hanya dalam tiga hari operasi militer.
Trump juga mengklaim bahwa banyak fasilitas pertahanan udara, pesawat tempur, serta jaringan komunikasi militer Iran telah dihancurkan dalam serangan yang dilakukan bersama Israel. Ia bahkan menyebut operasi tersebut berjalan “jauh lebih cepat dari jadwal” dan terus melemahkan kemampuan militer Iran setiap jamnya.
Sejumlah pejabat militer Amerika menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas strategis Iran, termasuk lokasi peluncur rudal balistik, pangkalan angkatan laut, serta fasilitas produksi drone dan sistem persenjataan lainnya.
Namun hingga kini, sebagian klaim tersebut belum sepenuhnya diverifikasi secara independen. Beberapa laporan media internasional menyebut bahwa pernyataan Trump mengenai kerusakan total militer Iran masih belum disertai bukti lengkap dari pihak militer Amerika Serikat.
Sementara itu, konflik di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Iran dilaporkan masih meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai target di kawasan, termasuk wilayah Israel dan beberapa pangkalan militer sekutu Amerika di Timur Tengah.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik regional, terutama karena jalur energi strategis dunia seperti Selat Hormuz juga ikut terdampak oleh eskalasi perang tersebut.
