Trump Kembali Gagas Akuisisi Greenland, Denmark Tegas Menolak

  • Bagikan
Dokumentasi Foto : Metronusa News

Metronusa News, Washington, 8 Januari 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghidupkan wacana kontroversial terkait rencana pengambilalihan Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Pemerintah AS menyebut pembahasan akuisisi Greenland sebagai bagian dari kepentingan strategis dan keamanan nasional Amerika Serikat di kawasan Arktik.

Gedung Putih menyatakan isu Greenland tengah dibahas secara aktif oleh tim kebijakan luar negeri dan pertahanan AS. Trump menilai posisi Greenland sangat strategis di tengah meningkatnya persaingan global, khususnya dengan Rusia dan China, terkait jalur militer, pertahanan rudal, serta sumber daya alam.
Namun, rencana tersebut langsung menuai penolakan keras dari Denmark. Pemerintah Denmark menegaskan bahwa Greenland bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan, serta menolak segala bentuk tekanan politik maupun wacana penggunaan kekuatan militer yang dapat melanggar kedaulatan wilayah.
Pemerintah Greenland juga menegaskan bahwa masa depan wilayah tersebut hanya dapat ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri melalui mekanisme hukum dan demokrasi yang sah. Meski terdapat perbedaan pandangan di internal politik lokal, otoritas Greenland menekankan pentingnya menghormati hukum internasional.
Wacana Trump ini turut memicu kekhawatiran di kalangan sekutu NATO dan negara-negara Eropa. Sejumlah pemimpin Eropa menilai langkah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas geopolitik dan menciptakan ketegangan serius di dalam aliansi pertahanan transatlantik.
Para analis menilai kebangkitan kembali isu Greenland mencerminkan meningkatnya rivalitas global di kawasan Arktik yang kaya sumber daya dan memiliki nilai strategis tinggi. Meski kemungkinan akuisisi secara nyata dinilai kecil, retorika politik yang berkembang dinilai cukup untuk memicu ketegangan diplomatik internasional.
Hingga saat ini, dialog diplomatik antara Amerika Serikat, Denmark, dan pemerintah Greenland masih terus berlangsung, sementara komunitas internasional mencermati perkembangan isu tersebut dengan penuh kewaspadaan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *