Metronusa News, Tapanuli Tengah | Banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah menyebabkan kerusakan parah pada sistem perairan, membuat 15 kecamatan kehilangan akses air bersih. Kantor PDAM porak-poranda, sistem perpipaan rusak berat.
Pemerintah Tapanuli Tengah merespon dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. Direktur PDAM Mual Nauli, Masril Tua Rambe, mengatakan bahwa pendistribusian air bersih ini bukan hanya untuk pelanggan PDAM, tapi juga masyarakat umum.
Saat ini, 7 mobil tangki air bersih dikerahkan, termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan BNPB. Mobil tangki air bekerja 24 jam menyalurkan air ke rumah sakit, hidran umum, dapur umum, dan permukiman warga.
Petugasnya dibagi menjadi 3 piket, mengisi air dari sumber mata air pegunungan Sihaporas. Saat ini tersedia 25 hidran umum dengan kapasitas 2.000 liter per hidran.
Upaya perbaikan pipa-pipa di hulu terus dilakukan, tapi kendala medan dan cuaca hujan menghambat proses. Beberapa saluran air sudah mulai pulih, tapi air masih keruh dan belum bisa digunakan untuk minum.
BNPB terus menjaga sinergitas dan koordinasi dalam upaya percepatan penanganan darurat bencana di Tapanuli Tengah. Penanggulangan bencana adalah kerja bersama, semangat gotong royong membuat proses pemulihan Sumatra lekas terlaksana.
BNPB








