
Metronusa News, Internasional — Perdebatan mengenai sungai terpanjang di dunia kembali mengemuka di kalangan akademisi dan pemerhati lingkungan global. Hingga saat ini, Sungai Nil masih secara luas diakui sebagai sungai terpanjang di dunia, meskipun Sungai Amazon kerap disebut sebagai penantang serius tergantung metode pengukuran yang digunakan.
Berdasarkan data geografi konvensional, Sungai Nil memiliki panjang sekitar 6.650 kilometer, mengalir melintasi sebelas negara di Benua Afrika, mulai dari kawasan Afrika Timur hingga bermuara di Laut Mediterania, Mesir. Sungai ini sejak ribuan tahun lalu menjadi nadi kehidupan peradaban Mesir Kuno dan hingga kini menopang aktivitas pertanian, transportasi, serta kebutuhan air jutaan penduduk.
Sementara itu, Sungai Amazon di Amerika Selatan memiliki panjang sekitar 6.400 kilometer dan dikenal sebagai sungai dengan debit air terbesar di dunia, menyumbang hampir 20 persen aliran air tawar sungai global ke Samudra Atlantik. Beberapa penelitian modern bahkan menyebutkan Amazon berpotensi lebih panjang dari Nil apabila sumber hulunya ditarik hingga ke wilayah Andes di Peru.
Namun, para ahli menegaskan bahwa perbedaan hasil tersebut dipengaruhi oleh teknik penentuan titik hulu, penggunaan citra satelit, serta perubahan geomorfologi sungai dari waktu ke waktu. Karena itu, lembaga pendidikan dan referensi internasional masih menetapkan Sungai Nil sebagai sungai terpanjang, sedangkan Amazon memegang rekor volume air terbesar.
Di tengah isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kedua sungai raksasa dunia ini kini menghadapi tantangan serius, mulai dari deforestasi, pencemaran, hingga konflik pemanfaatan sumber daya air lintas negara. Para pakar menilai perlindungan sungai-sungai besar dunia menjadi agenda mendesak demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia.
