
Metronusa News, Cilacap | Suasana bahagia menyelimuti Desa Kamulian, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (14/02/2026). Budi Santoso, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPC Kabupaten Cilacap, resmi mempersunting Nely Agustin dalam sebuah prosesi yang sarat akan makna budaya.
Prosesi Hantaran: Simbol Tanggung Jawab dalam Adat Jawa. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah prosesi serah-serahan atau hantaran. Dengan iringan keluarga besar, Budi Santoso membawa berbagai perlengkapan yang ditata apik dalam kotak-kotak hias bertema tradisional.

Hantaran tersebut bukan sekadar bingkisan, melainkan simbol kesiapan lahir batin sang mempelai pria. Suasana adat Jawa terasa sangat kental dengan hadirnya berbagai elemen wajib seperti:
Peralatan Ibadah & Busana:
Melambangkan fondasi agama dan kesiapan menafkahi sandang. Jajanan Pasar & Ketan: Simbol doa agar hubungan kedua mempelai selalu lengket dan harmonis.
Buah-buahan & Sirih Pinang: Sebagai lambang kesejahteraan dan penghormatan kepada keluarga mempelai wanita.
Setiap kotak hantaran dihias dengan detail janur dan kain batik, menciptakan visual yang estetik sekaligus sakral di kediaman mempelai perempuan.
Prosesi yang Penuh Kekeluargaan Mengenakan busana pengantin tradisional yang elegan, Budi Santoso tampak mantap saat mengucapkan janji suci. Kehadiran tokoh masyarakat dan rekan-rekan aktivis dari berbagai penjuru Cilacap menambah kehangatan acara yang digelar di Desa Kamulian ini.

“Pernikahan ini tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar-elemen masyarakat di Cilacap. Penggunaan adat Jawa yang kental adalah wujud kami melestarikan leluhur di tengah kesibukan organisasi,” ungkap salah satu kerabat mempelai pria.
Dukungan dari Berbagai Elemen Sebagai tokoh yang aktif dalam pengawasan sosial, karangan bunga ucapan selamat untuk Budi dan Nely tampak berjajar rapi di sepanjang jalan menuju lokasi.

Acara berlangsung meriah dengan tetap menjaga kekhidmatan dan kearifan lokal pedesaan yang kental akan semangat gotong royong.
Reporter: SAS MN




