
Metronusa News | Internasional – Situasi keamanan di Jalur Gaza kembali memanas setelah dilaporkan terjadi serangan udara di tengah masa gencatan senjata sementara. Otoritas kesehatan setempat menyebutkan sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di beberapa titik permukiman padat penduduk.
Sumber medis di Gaza mengungkapkan korban terdiri dari warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Rumah sakit dilaporkan kewalahan menangani lonjakan pasien, di tengah keterbatasan pasokan obat-obatan dan bahan bakar untuk operasional fasilitas kesehatan.
Pihak militer Israel menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap ancaman keamanan dan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Namun, insiden ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan untuk meredakan konflik.
Kondisi Kemanusiaan Memburuk
Di lapangan, situasi kemanusiaan dilaporkan semakin memburuk.
Distribusi bantuan masih terbatas, sementara akses air bersih dan listrik belum sepenuhnya pulih. Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional mendesak agar semua pihak menahan diri dan memastikan jalur bantuan tetap terbuka, khususnya melalui perbatasan Rafah.
Warga sipil kembali diliputi ketakutan akan eskalasi konflik. Beberapa keluarga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman, meski pilihan tempat perlindungan sangat terbatas.
Seruan Internasional
Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan penghormatan penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata serta perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pembahasan darurat guna merespons perkembangan terbaru tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan perpanjangan atau evaluasi ulang terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung. Situasi di Jalur Gaza masih dinamis dan berpotensi berkembang dalam beberapa jam ke depan.
