Respons Kerusakan Infrastruktur Jalan, Pemkab Lebak Lakukan Peninjauan Langsung di Cikulur

  • Bagikan

Metronusa News, Lebak, Banten –  Pemerintah Kabupaten Lebak menunjukkan respons cepat terhadap kerusakan sejumlah infrastruktur jalan yang terjadi akibat ambles dan pergeseran tanah di wilayah Kecamatan Cikulur.

Kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Lebak dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Halson Nainggolan, M.Si didampingi Kepala Dinas PUPR H. Dade Yan Apriyandi, S.S.T., M.Si serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Iwan Suktino, SKM., M.A melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik di Kecamatan Cikulur, Senin (09/03/2026).

Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi infrastruktur sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang dapat segera dilakukan.

Adapun sejumlah titik yang menjadi fokus peninjauan di antaranya ruas jalan di Desa Muara Dua, Desa Cigoong Utara, serta kawasan tanjakan Tajur di Desa Curug Panjang yang dilaporkan mengalami ambles akibat pergerakan tanah.

Sekretaris Daerah Lebak, Halson Nainggolan, M.Si menyampaikan bahwa peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah awal pemerintah daerah dalam memastikan kondisi infrastruktur yang terdampak serta menentukan strategi penanganan yang tepat.

Menurutnya, pemerintah daerah berupaya melakukan penanganan secepat mungkin, setidaknya melalui perbaikan sementara agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga dan dapat dilalui dengan aman.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, S.S.T., M.Si menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, termasuk jalur penghubung Sampay–Cileles dan ruas Kadugung–Cileles yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang ambles di beberapa titik dipengaruhi oleh pergeseran tanah akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melakukan langkah-langkah penanganan darurat pada titik-titik yang dinilai rawan, seperti di tanjakan Baru Heurit dan tanjakan Tajur, agar jalur tersebut tetap dapat digunakan oleh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan berlangsung.

Dengan adanya langkah peninjauan langsung ini, diharapkan proses penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara tepat dan bertahap, sehingga aktivitas transportasi masyarakat tidak terganggu serta risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

(Achmad N)

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *