
Banjarnegara – Kebersamaan prajurit Kodim 0704/Banjarnegara dan masyarakat kembali terpatri dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda sepanjang 70 meter di atas Sungai Brakah. Jembatan yang menghubungkan Dusun Kasimpar, Desa Tlaga dengan Dusun Sidakarya, Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara ini menjadi akses alternatif penting bagi warga agar tidak perlu lagi memutar jauh untuk beraktivitas. Di atas aliran sungai yang selama ini menjadi pemisah, kini harapan sedang dirangkai bersama.
Pembangunan yang dimulai sejak 19 Januari 2026 tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Setiap tahap pengerjaan tidak hanya menghadirkan konstruksi baja dan beton, tetapi juga semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Jembatan ini kelak akan mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial yang selama ini terkendala jarak dan waktu tempuh.
Hingga Senin (2/3/2026), progres pembangunan telah mencapai 82,10 persen. Sejumlah pekerjaan bahkan telah rampung 100 persen, seperti pemasangan bouplank, pembersihan lahan di sekitar jembatan, penggalian pondasi, pasangan pondasi cyclop tepi dekat dan tepi jauh, serta pembuatan garpu dan anchor. Sementara itu, pengelasan dan pembuatan gapura/pilon mencapai 92 persen, pembesian footplate dan blok anchor 95 persen, serta pemasangan papan dan ram kawat 85 persen.
Tahapan lain juga terus dikebut, di antaranya pekerjaan beton footplate dan blok anchor serta pembuatan deadman masing-masing 72 persen, pemasangan plang anjuran dan pembuatan roll sling 52 persen, pembuatan hanger dan bentangan seling 49 persen, serta plang identitas jembatan dan pengecatan 25 persen. Setiap persentase progres bukan sekadar angka, melainkan cerminan kerja keras dan komitmen untuk segera menghadirkan jembatan yang aman dan kokoh bagi masyarakat.
Tercatat sekitar 500 jiwa dari 486 Kepala Keluarga di Dusun Simpar akan menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan ini. Bagi mereka, jembatan gantung ini bukan hanya sarana penyeberangan, tetapi jalan menuju kemudahan, efisiensi waktu, dan peningkatan kesejahteraan. Ketika jembatan ini rampung, bukan hanya dua wilayah yang tersambung, tetapi juga harapan warga untuk hidup yang lebih mudah dan sejahtera.
(Pendam IV/Diponegoro)
