
Metronusa News, Internasional | Di tengah ancaman perubahan iklim dan deforestasi global, keberadaan pohon-pohon raksasa dunia menjadi pengingat nyata betapa alam memiliki kekuatan luar biasa. Salah satunya adalah General Sherman Tree, yang hingga kini tercatat sebagai pohon terbesar di dunia berdasarkan volume kayu.
General Sherman merupakan pohon jenis Giant Sequoia (Sequoiadendron giganteum) yang tumbuh di Sequoia National Park, California, Amerika Serikat. Pohon ini memiliki volume batang sekitar 1.487 meter kubik, tinggi hampir 84 meter, dan diameter pangkal lebih dari 11 meter. Para ahli memperkirakan usianya telah mencapai lebih dari dua milenium.
“General Sherman bukan hanya besar secara fisik, tetapi juga berperan penting sebagai penyimpan karbon alami dalam skala raksasa,” tulis laporan National Park Service AS.
Tak hanya General Sherman, dunia juga mencatat Hyperion sebagai pohon tertinggi yang masih hidup, dengan ketinggian mencapai 115,9 meter. Pohon jenis Coast Redwood ini berada di kawasan Redwood National Park, California, dan lokasinya dirahasiakan demi mencegah kerusakan akibat aktivitas manusia.
Sementara itu, dari sisi diameter batang, rekor dipegang oleh Árbol del Tule di Oaxaca, Meksiko. Pohon dari spesies Taxodium mucronatum ini memiliki diameter sekitar 14 meter dan keliling batang mencapai 42 meter, menjadikannya pohon berbatang terbesar di dunia.
Para pakar lingkungan menegaskan, pohon-pohon raksasa tersebut bukan sekadar objek wisata atau rekor alam, melainkan penyangga ekosistem global. Satu pohon seukuran Giant Sequoia mampu menyerap dan menyimpan karbon setara ribuan pohon biasa.
Di Indonesia sendiri, pohon-pohon besar seperti Tualang (Koompassia excelsa) di Sumatra dan Kalimantan juga menjadi simbol kekayaan hayati, meski belum mampu menandingi ukuran Sequoia di Amerika.
Keberadaan pohon-pohon raksasa dunia kini menjadi alarm penting bagi upaya konservasi, sekaligus pesan bahwa perlindungan hutan bukan sekadar isu lokal, melainkan tanggung jawab bersama umat manusia.
