Pemuda dan Tokoh Masyarakat Papua Barat Daya Dukung Frans Pigome Masuk Jajaran Direksi PT Freeport Indonesia

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Papua Barat Daya — Isu mengenai figur yang tepat untuk memimpin perusahaan tambang terbesar di Indonesia, PT Freeport Indonesia, terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, tokoh adat, hingga para pemangku kepentingan.

Belakangan ini, nama Frans Pigome mencuat sebagai salah satu kandidat potensial yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas untuk membawa kemajuan perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Dukungan terhadap Frans Pigome datang dari kalangan pemuda dan intelektual Papua Barat Daya. Salah satunya disampaikan oleh Nikodemus Atanay, Ketua KAPP Papua Barat Daya.

Dalam keterangannya kepada Metronusa News, ia menegaskan bahwa Frans Pigome merupakan sosok yang layak menduduki posisi strategis di PT Freeport Indonesia.

“Frans Pigome adalah sosok yang tepat dan pantas untuk menduduki jabatan pimpinan di Freeport Indonesia.

Dukungan ini bukan tanpa dasar. Ia memiliki latar belakang yang kuat, pemahaman mendalam, serta komitmen untuk menjembatani kepentingan perusahaan dengan hak-hak masyarakat adat,” ujar Nikodemus.

Ia menambahkan, rekam jejak Frans Pigome menunjukkan kapasitas sebagai profesional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat asli Papua.

“Kami yakin, jika beliau dipercaya memegang posisi strategis, akan lahir terobosan-terobosan baru yang memberikan manfaat bagi semua pihak—baik perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan itu, tokoh adat wilayah Tmel Susian, Cornelius Suklu, menilai bahwa kehadiran pemimpin yang berasal dari Orang Asli Papua sangat penting untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan berkeadilan.

Menurutnya, pemimpin yang memahami kearifan lokal akan lebih mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kesenjangan. Sosok pemimpin yang memahami budaya dan kebutuhan masyarakat lokal akan menjadi kunci terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan,” tegas Cornelius.

Para tokoh juga berharap pihak PT Freeport Indonesia mempertimbangkan aspek kedekatan dengan masyarakat dalam menentukan pimpinan. Selain itu, pemimpin yang terpilih diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional perusahaan, mencapai target produksi, serta tetap mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Hingga saat ini, pihak PT Freeport Indonesia maupun pemegang saham belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Proses seleksi dan penunjukan pimpinan perusahaan disebut masih berlangsung sesuai mekanisme internal. Masyarakat diminta untuk bersabar dan menunggu keputusan resmi yang akan diumumkan oleh pihak perusahaan.

Penulis: FB/TimEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *