
Metronusa News, Samosir, Indonesia |
Indonesia resmi mencatatkan sejarah baru di tingkat global. Patung Yesus Kristus Penyelamat yang berdiri megah di Bukit Sibeabea, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, kini dinobatkan sebagai patung Yesus tertinggi di dunia, melampaui deretan patung ikonik di Amerika Latin dan Eropa.
Dengan tinggi mencapai sekitar 61 meter, patung ini mengungguli Christ the Protector di Encantado, Brasil (±43 meter) serta Christ the Redeemer di Rio de Janeiro (±30 meter). Keberadaan patung ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pusat baru wisata rohani internasional.
Patung Yesus Sibeabea berdiri menghadap langsung ke Danau Toba, salah satu destinasi super prioritas nasional. Sosok Yesus digambarkan dengan tangan terentang, melambangkan kasih, pengharapan, dan keterbukaan bagi seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang.
Pembangunan patung ini telah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan rampung pada 2024. Selain sebagai simbol iman, proyek ini juga dirancang untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata, UMKM, dan jasa pendukung lainnya.
Rekor Dunia dan Dampak Global
Dengan status sebagai patung Yesus tertinggi di dunia, Bukit Sibeabea kini sejajar dengan destinasi religi terkenal seperti Rio de Janeiro (Brasil), Cochabamba (Bolivia), dan Świebodzin (Polandia). Kehadiran patung ini diproyeksikan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya peziarah dan wisatawan minat khusus.
Pemerintah daerah berharap kawasan Sibeabea dapat berkembang menjadi pusat ziarah dan refleksi spiritual, sekaligus ikon baru pariwisata Sumatera Utara yang berkelas dunia.
Daftar Patung Yesus Tertinggi di Dunia (Terbaru)
1.Yesus Kristus Penyelamat – Sibeabea, Indonesia (±61 meter)
2.Christ the Protector – Encantado, Brasil (±43 meter)
3.Christ the King – Świebodzin, Polandia (±36 meter)
4.Cristo de la Concordia – Cochabamba, Bolivia (±34 meter)
5.Christ the Redeemer – Rio de Janeiro, Brasil (±30 meter)
Dengan berdirinya Patung Yesus Sibeabea, Indonesia tak hanya mencatat rekor dunia, tetapi juga memperkuat pesan toleransi, spiritualitas, dan kebhinekaan yang menjadi fondasi bangsa.
