
Metronusa News, Washington | Nama Presiden Venezuela Nicolás Maduro kembali menjadi sorotan tajam dunia internasional. Kali ini, Maduro dilaporkan tengah menghadapi proses hukum di luar negaranya, menyusul dakwaan serius yang selama ini dilayangkan oleh otoritas Amerika Serikat terkait dugaan kejahatan lintas negara.
Dalam laporan sejumlah media internasional, Maduro disebut telah menjalani sidang awal di pengadilan federal Amerika Serikat pada 05/01/2026, dengan agenda pembacaan dakwaan serta penetapan jadwal persidangan lanjutan. Melalui tim kuasa hukumnya, Maduro menolak seluruh tuduhan dan menegaskan tidak bersalah.
Kasus hukum tersebut mencakup dugaan narco-terorisme, konspirasi perdagangan narkotika internasional, serta pelanggaran hukum lintas yurisdiksi. Pemerintah AS mengklaim memiliki bukti kuat untuk membawa perkara ini ke ranah pengadilan, sementara pemerintah Venezuela secara tegas menyebut langkah tersebut sebagai manuver politik dan bentuk intervensi asing.
Dalam pernyataan terpisah, Maduro tetap mengklaim dirinya sebagai presiden sah Venezuela dan menyebut proses hukum yang kini dihadapinya sebagai kriminalisasi politik yang bertujuan melemahkan kedaulatan negaranya. Ia juga menuding adanya kepentingan geopolitik besar di balik kasus tersebut.
Dampak dari proses hukum ini turut terasa di dalam negeri Venezuela. Sejumlah laporan menyebutkan terjadinya aksi unjuk rasa pro dan kontra di Caracas dan beberapa wilayah lain. Pendukung Maduro menuntut pembebasannya, sementara kelompok oposisi menilai proses hukum ini sebagai momentum perubahan arah politik Venezuela.
Di tingkat global, kasus Maduro memicu perdebatan serius mengenai imunitas kepala negara, batas kewenangan pengadilan asing, serta penegakan hukum internasional terhadap pemimpin negara berdaulat. Sejumlah pakar hukum internasional menilai kasus ini dapat menjadi preseden penting dalam tatanan hukum global.
Pengamat politik internasional memperkirakan, apapun hasil dari proses hukum ini, dampaknya akan signifikan terhadap stabilitas politik Venezuela, hubungan diplomatik Amerika Latin, serta dinamika geopolitik global.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela belum mengeluarkan pernyataan resmi lanjutan, sementara proses persidangan disebut masih akan berlanjut sesuai agenda pengadilan pada 17/03/2026.

