
Metronusa News, Batang, Jawa Tengah | Kereta Api Tawang Jaya DAOP 4 Resort Batang jurusan Jakarta -Semarang pukul 1 siang hari Rabu tanggal 25 / 2- 2026, dari arah timur ke barat memakan korban 3 pejalan kaki 1 tewas Rutinah (54 thn), profesi tukang pijat, Dasti (65 thn) profesi buruh korban kritis, dan satu lagi korban luka ringan Payah (47 thn) profesi buruh semuanya warga desa Ujungnegoro kec. Kandeman kab.Batang.

Kronologi kejadian peristiwa yang menimpa ke 3 korban tersebut saat selesai berkunjung ketempat anaknya warga desa Karanggeneng, sedang sakit untuk dipijat oleh Rutinah (korban tewas) pulang berjalan kaki menyusuri track rel kereta api dari arah timur ke barat KM 72+7/8 Rowokudo -Ujungnegoro-Batang bersama Dasti dan Payah menuju rumah desa Ujungnegoro, namun secara tiba-tiba tanpa disadari oleh ke 3 korban tersebut dari arah timur kereta api Tawang Jaya melaju sangat kencang di lintasan track rel kereta api yang di lewati 3 korban pejalan kaki sehingga tertabrak, peristiwa tertabraknya ke 3 pejalan kaki tersebut mengagetkan warga sekitar saat sedang beraktifitas, secara spontan warga mendekat dan langsung sigap membantu menolong para korban.

Kereta Api Tawang Jaya tidak langsung pergi tapi berhenti sebentar melihat kondisi yang ada untuk berkoordinasi dengan petugas penjaga palang pintu kereta api POS PJL 86 Rowokudo -Ujungnegoro DISHUB- Resort Batang, setelah itu masinis langsung melanjutkan perjalanan, sedangkan warga sekitar berkoordinasi dengan pihak aparat desa Ujungnegoro termasuk koordinasi bersama BABINSA, BABINKAMTIBMAS serta petugas POS PJL 86 Rowokudo -Ujungnegoro DISHUB -Resort – Batang yang diwakili bapak Yulianto.

Menurut penuturan bapak Yulianto, seharusnya masyarakat memahami UU No 23 tahun 2007 Pasal 181 ayat(1):
“Berjalan kaki atau beraktivitas di area rel kereta api itu dilarang keras, kalau di langgar akan berdampak secara hukum yaitu di pidana maksimal 3 bulan atau denda hingga Rp 15 juta, artinya larangan itu untuk efek jera bagi yang melanggar dengan tujuan guna menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api’ ucap bapak Yulianto menutup pembicaraan dengan media Metronusa News- Batang.
(M.Arif)
