
MetronusaNews.id | Jakarta – Kehadiran motor listrik dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian publik. Kendaraan operasional ini disiapkan untuk mendukung distribusi logistik dan mobilitas petugas di lapangan, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program MBG yang digagas pemerintah bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Untuk menunjang efektivitas distribusi, digunakan kendaraan ramah lingkungan berupa motor listrik.
Gunakan Motor Listrik Merek Emmo
Motor listrik yang digunakan dalam program ini didominasi oleh merek Emmo, dengan dua tipe utama yang beredar, yakni JVX GT dan JVH Max. Beberapa unit bahkan telah terlihat menggunakan atribut logo Badan Gizi Nasional (BGN).
Secara desain, tipe JVX GT mengusung model trail yang tangguh untuk berbagai medan, sementara JVH Max hadir sebagai skuter listrik yang lebih cocok untuk mobilitas perkotaan.
Spesifikasi dan Kemampuan
Kedua model tersebut memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni untuk kebutuhan operasional harian, di antaranya:
-Baterai: 72V 30–31Ah
-Kecepatan maksimum: 80–85 km/jam
-Jarak tempuh: sekitar 70 km
-Daya motor: hingga 7.000 watt
Fitur fast charging
Dengan kemampuan tersebut, motor listrik MBG dirancang untuk menunjang aktivitas distribusi dalam radius tertentu secara efisien dan ramah lingkungan.
Harga dan Jumlah Pengadaan
Harga unit motor listrik ini berada di kisaran:
-JVH Max: Rp 48 jutaan
-JVX GT: Rp 56 jutaan
Pemerintah disebut telah merencanakan pengadaan sekitar 25.000 unit, dengan realisasi yang telah mencapai lebih dari 20.000 unit di berbagai wilayah Indonesia.
Tuai Pro dan Kontra
Meski menjadi langkah maju dalam penggunaan kendaraan listrik untuk program sosial, pengadaan motor listrik MBG juga menuai sejumlah tanggapan.
Beberapa pihak menilai jarak tempuh sekitar 70 km masih terbatas untuk kebutuhan operasional di wilayah luas. Selain itu, harga yang relatif tinggi dibanding spesifikasi juga menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat.
Namun demikian, penggunaan motor listrik dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih dan efisiensi operasional program nasional.
Motor listrik MBG menjadi simbol integrasi antara program sosial dan inovasi teknologi ramah lingkungan. Di tengah berbagai sorotan, keberadaan kendaraan ini diharapkan mampu mempercepat distribusi layanan gizi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
