Mengawali Usaha BUMDes Angaran Dana Desa 20 Persen Muda – Mudahan Dengan Usaha dan Tawakal Niscaya menjadi 100 Persen

  • Bagikan

Metronusa News Lampung Utara | Pemerintah Desa Sawo Jajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sawo Jajar Makmur, terus mengembangkan berbagai unit usaha desa sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Pada hari selasa 30/12/2025.

Salah satu program yang saat ini menjadi fokus utama adalah sub unit usaha peternakan ayam petelur, yang dibiayai dari alokasi 20 persen Dana Desa, sesuai dengan ketentuan program ketahanan pangan.

Ketua BUMDes Sawo Jajar Makmur, Nurman Wibowo, menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan dan pengelolaan ternak ayam petelur dengan jumlah bibit mencapai 717 ekor.

“Untuk ayam petelur yang kami kelola saat ini sudah memasuki usia siap produksi, yakni sekitar 23 minggu. Kami berharap usaha ini dapat memberikan hasil yang memuaskan sehingga ke depan bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi desa,” ujar Nurman Wibowo.

Selain sub unit peternakan ayam petelur, BUMDes Sawo Jajar Makmur juga mengelola beberapa unit usaha lain yang telah berjalan sejak tahun 2023 dan hingga kini masih aktif serta berkelanjutan, dengan ketua BUMDes yang sama.

Unit usaha tersebut meliputi lapang singkong, kios pupuk, unit simpan pinjam bagi pedagang pasar, serta Esamdes (Elektronik Samsat Desa) yang memberikan kemudahan pelayanan pembayaran administrasi kendaraan bermotor bagi masyarakat desa.

Menurut Nurman, keberadaan berbagai unit usaha ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja di tingkat desa.

Sementara itu, Bendahara BUMDes Sawo Jajar Makmur menambahkan bahwa kebutuhan telur di wilayah Desa Sawo Jajar dan sekitarnya hingga saat ini masih belum terpenuhi secara maksimal.

“Untuk kebutuhan telur di wilayah kita saat ini, ketersediaannya masih berada di bawah 60 persen, sehingga peluang pengembangan usaha ayam petelur ini masih sangat terbuka dan memiliki prospek yang baik,” jelasnya.

Melalui pengelolaan berbagai unit usaha yang telah berjalan sejak 2023 hingga saat ini, BUMDes Sawo Jajar Makmur diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Syamsir HEditor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *