
Berawal dari laporan masyarakat yang tidak mau disebut namanya, ia merasa resah jalan rusak banyak yang rusak Diduga akibat banyak mobil yang mengangkut kayu hasil tebangan perhutani di wilayah sekitar desa Pamulihan kecamatan Karangpucung, kabupaten Cilacap, pada hari rabu 21/01/2026.

Untuk memastikan kebenaran laporan masyarakat tersebut, tim media Metronusa News langsung kroscek lapangan pada hari rabu 21/01/2026.
Setiba di lokasi yang di laporkan masyarakat tersebut, ternyata dugaan yang di laporkan masyarakat tersebut benar adanya akses jalan banyak yang rusak.

Tim media Metronusa News langsung mengkonfirmasi Asper Majenang inisial A melalui pesan singkat via WhatsApp. Jawaban konfirmasi A, Asper A menjelaskan “sudah ada tindakan dan material pun sudah di kirim tinggal eksekusi tapi menunggu kayu pihak ketiga keluar semua”, ujarnya pada hari rabu 21/01/2026.

Kemudian tim media Metronusa News langsung mengkonfirmasi Mantri inisial S melalui pesan singkat via WhatsApp. Jawaban S “Waalakum salam. Maaf slow respon lagi rapat pak,” ujarnya. Pada hari rabu 21/01/2026.

Keluhan masyarakat memang banyak terkait jalan rusak dampak dari banyak nya mobil Truk pengangkut kayu yang bermuatan beban berat, dan masyarakat merasa resah melihat dan merasakan akses jalan yang cepat rusak, oleh itu masyarakat sangat berharap laporan nya kepada pihak tim media Metronusa News untuk mengangkat berita ini, terutama masyarakat berharap agar ada pertanggung jawaban nya dari pihak perhutani atas kerusakan akses jalan desa Pamulihan menuju Desa Surusunda wilayah Kecamatan Karangpucung kabupaten Cilacap.

TO aktivis anti korupsi berpendapat, terkait keresahan masyarakat yang berkeberatan akses jalan nya rusak, TO berharap menjadi perhatian serius dari Asper untuk mempertimbangkan dan memberikan solusinya bagaimana agar pengangkutan kayu tetap berjalan lancar, dan kondisi jalan juga tidak cepat rusak.

Menurut TO aktivis anti korupsi, jika beban mobil di kurangi tidak terlalu berat, mungkin bisa mengurangi tingkat kerusakan akses jalan tersebut. Atau ada solusi yang lain dari pihak perhutani selain dengan cara mengurangi beban muatan mobil Truk pengangkut kayu.

Kemudian TO berharap kepada pihak Dinas PUPR agar menanggapi keluhan masyarakat juga, agar di koordinasi kan kepada pihak perhutani terkait akses jalan yang rusak, mengingat akses jalan tersebut adalah jalan kabupaten wilayah PUPR kabupaten Cilacap, ujarnya. Pada hari rabu 21/01/2026.
