
Giatnya Penebangan Kayu Perhutani ternyata menimbulkan rasa kehawatiran masyarakat yang paling mendalam, warga yang tidak mau disebut namanya, menceritakan rasa kehawatiran nya pada awak media dengan harapan untuk minta di terbitkan pemberitaan nya. Guna agar menjadi pertimbangan pihak pemerintah untuk mencegah pihak perhutani melakukan kegiatan penebangan kayu perhutani demi kepentingan menjaga keselamatan jiwa masyarakat banyak, sehingga menghentikan aktivitas kegiatan penebangan kayu perhutani, ujarnya pada hari rabu 21/01/2026.

Awak media awalnya hanya mengirah keluhan masyarakat dengan aktivitas kegiatan penebangan kayu dan pengangkutan kayu perhutani ini hanya menimbulkan kerusakan jalan penghubung desa Sidamulya – Ciruyung, kecamatan Karangpucung kabupaten Cilacap saja. Ternyata yang paling di hawatirkan masyarakat adalah bencana alam akibat dampak lahan perhutani mulai giat penebangan. Masyarakat Menghawatirkan terjadi bencana alam lebih Dasyat lagi dari kejadian di desa Cibenying kecamatan Majenang yang viral beberapa pekan yang lalu.
Untuk keberimbangan pemberitaan Tim media Metronusa News mengkonfirmasi S Mantri melalui pesan singkat via WhatsApp. S Mantri menjelaskan melalui via telpon “terkait kerusakan jalan, pihak perhutani intinya bertanggung jawab untuk perbaikkan jalan yang rusak, terkait kehawatiran masyarakat terjadi bencana, insyallah cuaca tidak musim hujan lagi, insyallah tidak terjadi bencana, ujarnya. Kamis 22/01/2026.

Kemudian tim media sudah beberapa kali konfirmasi dengan A Asper Ferum Perhutani BKPH Majenang melalui pesan WhatsApp. Tapi sangat di sayangkan A Asper perhutani beralasan mau menjawab konfirmasi pingin ketemu aja langsung, namun setiap mau di temui A Asper selalu beralasan sibuk. Jawaban A ” Waalakum salam ” dan ada panggilan tak terjawab dari A. Karena pemberitaan ini untuk kepentingan publik, maka tidak menghalangi pihak media menerbitkan pemberitaan walaupun A Asper Diduga belum siap memberikan jawaban konfirmasi, pada hari kamis 29/01/2026.
Masyarakat berharap kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten Cilacap dapat mendengarkan keluhan dan kehawatiran masyarakat dan mempertimbangkan, agar lahan perhutani kayu nya tidak di tebang semua. Mengingat kegundulan lahan itu salah satu Diduga pemicu bencana alam longsor dan banjir, ujar narasumber.

Kemudian narasumber menambahkan, berita ini akan kami jadikan bukti dokumen bahwa kami selaku masyarakat sudah menyampaikan rasa kehawatiran yang paling mendalam terkait giatnya penebangan kayu perhutani. Bila mana apa yang kami hawatirkan benar betul terjadi bencana alam, kami sudah mengingatkan melalui media Metronusa News, ujarnya.
