
MetronusaNews.id | Internasional
Pesawat pembom siluman Northrop B-2 Spirit kembali menjadi sorotan dunia militer karena kemampuannya menembus wilayah pertahanan musuh tanpa mudah terdeteksi radar. Pesawat milik United States Air Force ini disebut sebagai salah satu senjata udara paling mematikan yang dimiliki Amerika Serikat dalam strategi perang modern.
B-2 Spirit dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Northrop Grumman dengan teknologi siluman (stealth) yang dirancang untuk mengurangi pantulan radar. Desain unik berbentuk flying wing membuat pesawat ini mampu menyusup jauh ke wilayah musuh tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan udara.
Keunggulan tersebut memungkinkan B-2 menjalankan misi pengeboman strategis terhadap target penting seperti pusat komando militer, fasilitas persenjataan, hingga bunker bawah tanah yang memiliki perlindungan kuat.
Selain teknologi siluman, pesawat ini juga memiliki jangkauan terbang yang sangat jauh. B-2 mampu menempuh perjalanan lebih dari 11.000 kilometer tanpa pengisian bahan bakar. Dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara, pesawat ini dapat melakukan serangan lintas benua tanpa harus mendarat di pangkalan militer lain.
Dalam hal persenjataan, B-2 dapat membawa berbagai jenis bom presisi, termasuk bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator yang dirancang untuk menghancurkan fasilitas militer bawah tanah dengan perlindungan beton tebal.
Pesawat ini juga pernah digunakan dalam berbagai operasi militer besar, di antaranya dalam konflik Kosovo War, War in Afghanistan, serta Iraq War.
Meski memiliki kemampuan luar biasa, jumlah B-2 Spirit di dunia sangat terbatas. Amerika Serikat hanya memproduksi sekitar 21 unit pesawat ini dengan biaya produksi yang diperkirakan mencapai lebih dari dua miliar dolar AS per unit.
Dengan teknologi siluman, daya hancur tinggi, serta kemampuan menjangkau target lintas benua, B-2 Spirit hingga kini masih dianggap sebagai salah satu aset militer strategis paling ditakuti dalam konflik global modern.
