
Metronusa News, Aceh Tengah | Fenomena tanah ambles yang membentuk lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, kembali menjadi sorotan nasional.
Amblesan tanah yang telah berlangsung sejak awal 2000-an itu kini semakin meluas dan mendekati infrastruktur vital serta lahan pertanian warga.
Berdasarkan laporan media dan keterangan pemerintah daerah, pergerakan tanah mulai teridentifikasi sekitar tahun 2004 dalam bentuk retakan dan lubang kecil. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah intensitas hujan tinggi, rongga bawah tanah diduga membesar akibat erosi dan aliran air, hingga membentuk cekungan besar menyerupai sinkhole.
Menteri PU Tinjau Langsung
Sebagai respons atas perkembangan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau lokasi pada Jumat, 6 Februari 2026. Kunjungan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan darurat segera dijalankan dan tidak menunggu proses administrasi yang berlarut.
Dalam peninjauan lapangan, Menteri PU didampingi unsur pemerintah daerah dan tim teknis. Saat berada di sekitar lokasi amblesan, sempat terjadi runtuhan kecil yang menimbulkan getaran, menandakan tanah di area tersebut masih aktif bergerak dan berpotensi longsor susulan.
Ancaman Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Lubang raksasa itu kini diperkirakan telah mencakup area beberapa hektare.
Selain merusak lahan pertanian produktif, amblesan juga mendekati ruas jalan penghubung Aceh Tengah–Bener Meriah yang menjadi akses penting mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Warga sekitar mengaku khawatir karena luas amblesan terus bertambah, terutama saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah pun telah mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi demi keselamatan.
Langkah Teknis Penanganan
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah teknis, antara lain:
Grouting (injeksi material semen) untuk menutup rongga bawah tanah dan mengurangi pergerakan air.
Penguatan lereng dan struktur tanah pada titik-titik kritis.
Normalisasi dan pengendalian aliran air guna mencegah erosi lanjutan.
Kajian geoteknik menyeluruh untuk menentukan solusi jangka panjang.
Penanganan ini diharapkan mampu menghentikan perluasan amblesan serta menjaga stabilitas tanah di sekitar kawasan terdampak.
Kajian Geologi Masih Berjalan
Tim ahli geologi dan geoteknik masih melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan penyebab utama fenomena tersebut. Faktor hidrologi, struktur tanah labil, serta kondisi topografi pegunungan diduga menjadi kombinasi penyebab amblesan.
Pemerintah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat proses teknis dan meminimalkan risiko terhadap permukiman serta infrastruktur.
Metronusa News akan terus memantau perkembangan penanganan lubang raksasa di Aceh Tengah dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik.








