
Metronusa News, Boyolali | Komitmen membentuk generasi muda yang berkarakter terus ditunjukkan Kodim 0724/Boyolali melalui pelaksanaan pemeriksaan psikologi berbasis online bagi peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di laboratorium komputer SMK Negeri 1 Boyolali Jl. Perintis Kemerdekaan No. 17 Kelurahan Pulisen Kabupaten Boyolali.
Pelaksanaan Rikpsi ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pembinaan terpusat yang sebelumnya dilaksanakan di Makodim 0724/Boyolali. Sebanyak 65 siswa peserta KKRI yang telah mengikuti kegiatan Persami wajib mengikuti Rikpsi sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan berkelanjutan.
Pelaksanaan Rikpsi dilaksanakan 2 sesi untuk sesi 1 dimulai pukul 07.00 WIB s/d 10.00 WIB sedangkan untuk sesi 2 dimulai pukul 11.00 WIB s/d 13.00 WIB dengan menggunakan perangkat komputer sekolah. Pelaksanaan kegiatan melibatkan pengawasan baik dari TNI maupun Pendamping sekolah. Yang dipandu secara online dari Puspsi TNI.
Rikpsi ini bertujuan untuk mencari pengembangan bakat dan minat serta mengukur kemampuan psikologi sebagai peserta calon KKRI.
Hasilnya akan dilaporkan kepada Pimpinan TNI dan Presiden sebagai pertanggung jawaban dalam upaya pembinaan KKRI dan apabila hasil dari Rikpsi menyatakan siswa lebih dari 120 maka akan diusulkan ke Kemhan guna mendapatkan beasiswa serta pengembangan bakat dan minat.
Kepala SMK Negeri 1 Boyolali, Drs. Agus Margono, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, program kadet memberikan dampak nyata terhadap perkembangan siswa, dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Kami melihat siswa menjadi lebih disiplin, tertib dan percaya diri serta memiliki etika yang lebih baik setelah mengikuti pembinaan melalui KKRI seperti ini yang saat ini dilaksanakan” ungkapnya.
Dengan tahapan pelaksanaan Rikpsi ini, Kodim 0724/Boyolali berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan berintegritas, serta siap menjadi calon pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan.
(Agus Kemplu)
