
Metronusa News | Labuhanbatu Utara – Maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Lorong 6, Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, diduga kuat masih dikendalikan sosok bernama Wawan.
Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan masyarakat yang menilai aparat penegak hukum tidak menunjukkan ketegasan.
Warga menyebut, aktivitas transaksi narkoba di kawasan tersebut berlangsung terang-terangan dan nyaris tanpa hambatan hukum. Situasi itu menimbulkan pertanyaan besar terhadap kinerja jajaran Polsek Kualuh Hulu maupun Polres Labuhanbatu.
“Semua orang tahu. Mau beli sabu tinggal datang ke situ. Tapi seolah dibiarkan,” ujar seorang warga kepada tim Metronusa News dengan nada pelan.
Menurut keterangan sejumlah warga, peredaran sabu di lokasi tersebut sudah menjadi rahasia umum dan diketahui hampir seluruh lapisan masyarakat.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas tersebut.
“Kami takut. Mereka tetap eksis, seperti kebal hukum. Kami menduga ada setoran, makanya aman-aman saja,” ungkap warga lain sebelum meninggalkan lokasi.
Sorotan publik kini tidak hanya tertuju kepada Kapolsek Kualuh Hulu, tetapi juga kepada Kapolres Labuhanbatu. Di bawah kepemimpinan AKBP Wahyu Endrajaya, dugaan aktivitas ilegal ini disebut telah berulang kali diberitakan, namun belum ada langkah penindakan signifikan yang dirasakan masyarakat.
Kondisi ini mendorong masyarakat mendesak Kapolda Sumatera Utara, Mabes Polri, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk turun langsung mengambil alih penanganan kasus tersebut.
“Kalau ini terus dibiarkan, jangan salahkan masyarakat jika muncul dugaan aliran setoran ke atas. Kami hanya ingin hukum benar-benar ditegakkan,” tegas seorang warga.
Masyarakat menilai pembiaran yang berlarut-larut bukan hanya berpotensi merusak masa depan generasi muda di Aek Kanopan, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan negara.
Lingkungan Lorong 6 sendiri diketahui berada di kawasan permukiman yang dihuni anak-anak dan remaja. Kekhawatiran akan dampak narkoba terhadap generasi muda menjadi alasan utama warga terus menyuarakan tuntutan penindakan.
Metronusa News menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan investigasi terkait dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut serta memberikan ruang konfirmasi kepada pihak-pihak terkait demi menjunjung asas keberimbangan dan transparansi hukum.
