
MetronusaNews.id | MUBA – Ungkapan lama “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Ungkapan tersebut kini diarahkan pada sorotan terhadap kepemimpinan di Kantor Camat Lais yang dinilai kurang memberikan teladan dalam hal kedisiplinan aparatur.
Hasil penelusuran awak media pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, menunjukkan kondisi Kantor Camat Lais tampak lengang dari aktivitas pelayanan publik. Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait keberadaan pimpinan kecamatan serta efektivitas pelayanan kepada warga.
Sejumlah sumber di lingkungan kantor camat menyebutkan bahwa Camat Lais, Heru Kharisma, S.IP., M.Si., disebut-sebut jarang terlihat berada di kantor pada hari kerja.

“Satu bulan kadang kehadirannya bisa dihitung dengan jari,” ungkap salah seorang pegawai kantor camat yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada MetronusaNews.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan. Sebab, dalam struktur pemerintahan, camat merupakan pimpinan tertinggi di tingkat kecamatan yang seharusnya menjadi contoh bagi seluruh perangkat di bawahnya.
Kantor Camat Disebut Sering Sepi Aktivitas
Saat awak media melakukan konfirmasi langsung di kantor camat, seorang pegawai resepsionis berinisial Y menjelaskan bahwa Camat Lais tidak berada di kantor.
“Pak camat tidak masuk. Katanya ada kegiatan mengantar istrinya,” ujar pegawai tersebut.

Untuk memastikan informasi tersebut, awak media mencoba menghubungi Camat Lais Heru Kharisma melalui nomor WhatsApp 0813-4049-xxxx, namun hingga beberapa kali dihubungi nomor tersebut tidak dapat tersambung.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Sekretaris Camat (Sekcam) Yuandri, S.STP., namun menurut keterangan pegawai kantor, yang bersangkutan sedang mengikuti kegiatan rapat di Kantor Bupati Musi Banyuasin.
Warga Minta Pemkab Muba Lakukan Evaluasi
Situasi kantor camat yang disebut-sebut kerap sepi aktivitas ini menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga menilai, ketidakhadiran pimpinan di kantor berpotensi berdampak pada kinerja aparatur serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau pimpinan jarang ada di kantor, pegawai lain bisa ikut tidak disiplin. Akhirnya masyarakat yang dirugikan karena pelayanan tidak maksimal,” ujar seorang warga Kecamatan Lais.
Sejumlah pihak berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Bupati Muba dapat melakukan evaluasi terhadap kedisiplinan aparatur di tingkat kecamatan, agar pelayanan publik berjalan optimal.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Lais Heru Kharisma belum memberikan tanggapan resmi atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media.
MetronusaNews akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut terkait persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan di daerah.
(Tim Investigasi MetronusaNews)
