Jumat Agung HKBP: Ibadah Khusyuk Kenang Pengorbanan Kristus, Jemaat Diajak Refleksi Iman

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Nasional — Umat Kristiani, khususnya jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), akan memperingati Jumat Agung sebagai momen sakral untuk mengenang wafatnya Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.

Perayaan Jumat Agung tahun ini berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan di berbagai gereja HKBP, dengan rangkaian ibadah yang menitikberatkan pada perenungan, pengorbanan, serta penebusan dosa umat manusia.

Jumat Agung menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Suci sebelum Hari Raya Paskah, yang menandai kemenangan Kristus atas maut.

Ibadah Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Di lingkungan HKBP, ibadah Jumat Agung umumnya dilaksanakan dalam beberapa sesi, mulai dari pagi hingga sore hari. Rangkaian ibadah meliputi pembacaan firman Tuhan tentang kisah sengsara Yesus, khotbah, doa syafaat, hingga pelaksanaan Perjamuan Kudus.

Selain itu, terdapat juga ibadah hening atau Ulaon Na Hohom yang biasanya dilaksanakan sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, bertepatan dengan waktu wafatnya Yesus di kayu salib.

Suasana ibadah berlangsung tanpa kemeriahan, dengan nuansa hening dan reflektif. Nyanyian rohani yang dibawakan dari Buku Ende (BE) turut memperdalam penghayatan iman jemaat.

Pesan Gereja: Hidup dalam Kasih dan Pengorbanan
Melalui momentum Jumat Agung, gereja mengajak jemaat untuk merenungkan makna pengorbanan Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah kepada manusia.

Jemaat diimbau untuk menjadikan nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Jumat Agung bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan untuk hidup dalam kasih dan kerendahan hati,” demikian pesan yang kerap disampaikan dalam khotbah di berbagai gereja HKBP.

Momentum Refleksi di Tengah Dinamika Zaman
Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, Jumat Agung menjadi momentum bagi umat untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi diri, serta memperkuat iman dan spiritualitas.

Dengan penuh penghayatan, jemaat HKBP diharapkan dapat menyambut Hari Paskah dengan hati yang diperbarui dan penuh sukacita.

Penulis: Michael HutasoitEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *