
Metronusa News, JAMBI | Provinsi Jambi menyimpan kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang menjadikannya salah satu wilayah strategis di Pulau Sumatra.
Terletak di bagian tengah Sumatra, Jambi dikenal luas sebagai rumah bagi Sungai Batanghari—sungai terpanjang di Sumatra—serta kawasan pegunungan dan hutan tropis yang masih relatif terjaga.
Sungai Batanghari tidak hanya menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat sejak masa lampau, tetapi juga saksi berkembangnya peradaban Melayu Kuno. Di sepanjang alirannya, aktivitas perdagangan, pemukiman, hingga pusat pemerintahan tumbuh dan membentuk identitas Jambi hingga kini.
Salah satu bukti kejayaan masa lalu tersebut adalah Kompleks Candi Muaro Jambi, situs percandian Buddha terluas di Asia Tenggara. Peninggalan bersejarah dari abad ke-7 hingga ke-13 ini diyakini sebagai pusat pendidikan dan keagamaan penting pada masa Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Hingga kini, kawasan tersebut terus menjadi perhatian arkeolog dan sejarawan nasional maupun internasional.
Dari sisi geografis, Jambi juga menjadi rumah bagi Gunung Kerinci, gunung api tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.
Gunung ini berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati Sumatra. TNKS menjadi habitat satwa langka seperti harimau Sumatra, gajah Sumatra, dan badak Sumatra.
Selain potensi alam dan sejarah, Jambi dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya strategis nasional, mulai dari minyak dan gas bumi, batu bara, hingga komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit. Sektor-sektor ini berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah sekaligus menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Dalam kehidupan sosial budaya, masyarakat Jambi memegang teguh nilai adat Melayu dengan falsafah “Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah”, yang tercermin dalam tradisi, seni, serta tata kehidupan sehari-hari. Kekayaan kuliner khas seperti tempoyak, gulai tepek ikan, dan nasi gemuk juga memperkuat identitas budaya daerah.
Dengan kombinasi kekayaan alam, warisan sejarah, dan nilai budaya yang kuat, Provinsi Jambi menempati posisi penting dalam peta pembangunan Sumatra. Tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan situs-situs bersejarah yang menjadi identitas daerah.
