Jalan Sorong–Klamono KM 17 Kembali Telan Korban Laka Tunggal

  • Bagikan

Metronusa News, Papua Barat Daya |
Jalan Sorong–Klamono Kilometer 17, Kota Sorong, kembali memakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal. Insiden tersebut terjadi pada awal tahun 2026, tepatnya Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WIT.

Korban diketahui bernama Vivin (27), seorang guru honorer perempuan yang mengajar di salah satu sekolah swasta di wilayah Kampung Baru, Kota Sorong. Kecelakaan terjadi di ruas Jalan Sorong–Klamono KM 17, tepat di depan Kantor Lurah Klablim dan Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, Distrik Sorong Timur, Papua Barat Daya. Lokasi ini sebelumnya juga pernah merenggut korban jiwa pada akhir tahun 2025 lalu.

Peristiwa ini kembali menyita perhatian publik, mengingat ruas jalan tersebut berada dalam pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah Kota dan Kabupaten Sorong. Sejumlah kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di lokasi yang sama, diduga akibat kualitas konstruksi jalan yang tidak bermutu. Kondisi jalan dilaporkan rusak, bergelombang, berlubang, dan tergenang air, padahal usia pekerjaan belum mencapai satu hingga dua bulan.

Korban Laka Tunggal akibat Jalan Berlobang

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, terlihat gundukan aspal yang pecah dan membentuk kubangan air, namun hingga kini belum juga dilakukan perbaikan. Kondisi ini dinilai terkesan dibiarkan oleh pihak terkait, termasuk pemerintah dan Balai Bina Marga Provinsi Papua Barat Daya, tegas Yance K.

Sementara itu, Frans Baho, yang tergabung dalam Media Center Provinsi Papua Barat Daya, menegaskan bahwa pihak kontraktor dan Bina Marga wajib melakukan pengawasan secara serius dan profesional.

“Pihak kontraktor dan Bina Marga wajib memberikan pengawasan yang baik dan benar. Jangan hanya asal bekerja demi kepentingan pribadi di tanah Papua, tetapi harus bekerja dengan hati dan menunjukkan mutu serta kualitas pekerjaan yang baik agar jalan dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat,” tegas Frans.

Frans juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Balai Jalan Nasional (PJN) agar segera melakukan perbaikan pada ruas jalan yang rusak dan berlubang tersebut, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Ia menutup pernyataannya sebagai putra asli Maybrat yang terus menaruh perhatian terhadap kebijakan dan tanggung jawab pemerintah demi keselamatan masyarakat pengguna jalan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *