
MetronusaNews.id | Internasional
Pemerintah Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan pihaknya memiliki **“kendali penuh” atas jalur strategis energi dunia, Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat IRGC yang menegaskan bahwa militer Iran mampu memantau serta mengendalikan aktivitas pelayaran dan militer di wilayah selat yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global.
Selat Hormuz merupakan perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan berada di antara wilayah Iran dan Oman. Jalur ini dikenal sebagai salah satu chokepoint energi paling penting di dunia.
Data industri energi global menunjukkan sekitar 20 hingga 30 persen distribusi minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya. Karena itu, setiap ancaman atau ketegangan militer di kawasan tersebut dapat berdampak langsung pada stabilitas harga energi internasional.
Pernyataan IRGC juga muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer negara-negara Barat di kawasan Teluk, termasuk patroli dari armada United States Navy yang selama ini bertugas menjaga kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.
Pengamat geopolitik menilai, klaim “kendali penuh” yang disampaikan Iran merupakan bagian dari strategi tekanan militer dan diplomatik di tengah dinamika konflik regional yang terus berkembang.
Jika ketegangan di Selat Hormuz meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga dapat memicu lonjakan harga minyak global serta gangguan distribusi energi internasional.
Hingga saat ini, situasi di kawasan tersebut masih berada dalam pengawasan ketat berbagai pihak karena Selat Hormuz merupakan urat nadi perdagangan energi dunia.
