
Metronusa News, CILACAP – Kreativitas pemuda dalam sektor pertanian modern kembali muncul dari wilayah RT 003 / RW 001, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya. Adalah Basuki, seorang pemuda setempat yang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menciptakan unit usaha produktif melalui budidaya sawi sistem hidroponik menggunakan media paralon. Minggu, 29/03/2026.
Memulai langkahnya dengan modal mandiri sebesar 25 juta rupiah, Basuki membangun instalasi pertanian yang masif. Saat ini, ia mengelola 49 lokal instalasi, di mana setiap lokal terdiri dari 9 batang paralon dengan desain 30 lubang tanam per batang. Ribuan titik tanam sawi ini kini tumbuh subur dan menjadi tumpuan ekonomi baru.
Masa Panen Cepat dan Target Pasar MBG
Keunggulan utama dari budidaya milik Basuki adalah efisiensi waktu, di mana tanaman sawi hanya membutuhkan waktu 45 hari untuk siap dipanen. Dengan kualitas yang lebih bersih dan sehat, harga jual di pasar mampu menyentuh angka Rp25.000 per kilogram.
Saat ini, hasil kebun Basuki telah memiliki pasar yang sangat potensial. Ia mencatat adanya permintaan rutin untuk menyuplai kebutuhan konsumen, termasuk permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai 100 kilogram per minggu. Dari satu lokal instalasi saja, rata-rata mampu menghasilkan panen sebanyak 50 kilogram sawi segar.
Harapan Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan.
Meski permintaan pasar sangat tinggi, khususnya dari sektor MBG, Basuki mengaku masih terkendala kapasitas produksi. Ia memerlukan tambahan modal untuk memperluas instalasi agar bisa memenuhi seluruh permintaan konsumen yang terus meningkat.
Basuki sangat berharap dedikasinya dalam sektor ketahanan pangan ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Modal awal 25 juta rupiah sepenuhnya mandiri. Harapan saya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bisa melirik usaha ini. Saat ini permintaan dari MBG saja sudah 100 kg per minggu, sementara kapasitas kami terbatas. Dukungan modal atau pendampingan sangat kami butuhkan untuk pengembangan agar kami bisa lebih maksimal membantu pemerintah dalam menyukseskan program gizi nasional,” ujar Basuki.
Inspirasi Pertanian Modern di Cilacap
Keberhasilan Basuki di Desa Pesanggrahan ini menjadi contoh nyata kemandirian ekonomi pemuda desa. Pertanian hidroponik terbukti menjadi solusi ekonomi menjanjikan yang ramah lingkungan dan sangat efektif untuk mendukung program-program strategis pemerintah di lahan terbatas.
Kini, lokasi budidaya di RT 003 / RW 001 tersebut terus dikembangkan untuk memenuhi target suplai mingguan demi menjamin ketersediaan sayuran berkualitas di wilayah Kecamatan Kroya.
(SAS MN)
