
Metronusa News | Papua Barat Daya
Tim Metronusa News melakukan pemantauan di sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Sorong, Klamono, Maybrat hingga Sorong Selatan. Dari hasil pantauan di lapangan, terlihat adanya langkah pencegahan sementara yang dilakukan oleh BPJN I Sorong pada beberapa titik longsoran yang dinilai rawan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Langkah yang dilakukan berupa pemasangan rambu-rambu peringatan serta penanganan darurat pada bahu jalan di lokasi rawan longsor.
Tokoh masyarakat Maybrat, Frans Baho, menyampaikan himbauan kemanusiaan kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau kepada setiap pengguna jalan yang melintas di titik-titik rawan tersebut agar selalu berhati-hati dan waspada. Ingat, istri, anak, suami dan keluarga menunggu di rumah,” ujar Frans.
Ia menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengendara.
Menurutnya, pengendara harus mampu mengendalikan kendaraan serta memahami kondisi jalan, bukan sebaliknya.
Frans juga menyoroti bahwa dalam banyak kasus kecelakaan lalu lintas, seringkali pihak kontraktor, pemerintah maupun BPJN yang disalahkan. Padahal menurutnya, faktor utama kecelakaan seringkali berasal dari pengendara yang kurang fokus saat berkendara.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja PJN I Sorong, Wahyudi Afendi, ST., MT., menjelaskan bahwa pemasangan rambu peringatan di titik-titik longsor merupakan langkah pencegahan sementara.
Ia mengatakan, penanganan yang dilakukan saat ini seperti penambalan bahu jalan dengan penimbunan tanah atau pasir merupakan upaya darurat, sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Langkah ini bukan pekerjaan fisik permanen karena saat ini masih menunggu alokasi anggaran dari pemerintah pusat yang juga terdampak efisiensi anggaran,” jelasnya.
Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media online yang selama ini turut menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memberikan informasi terkait titik-titik longsor rawan di jalur Sorong–Maybrat, Sorong Selatan hingga Sorong–Tambrauw.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang terjadi dan bersabar menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat.
“BPJN I Sorong juga memohon maaf apabila kondisi ini mengganggu kenyamanan masyarakat dalam berkendara,” tutupnya.
