
Metronusa News | Internasional – Greenland kembali menjadi perhatian dunia internasional. Wilayah luas di Kutub Utara ini tidak hanya dikenal sebagai pulau terbesar di dunia, tetapi juga menyimpan nilai strategis, geopolitik, serta sumber daya alam yang besar di tengah perubahan iklim global.
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dengan luas sekitar 2,16 juta kilometer persegi. Meski demikian, sekitar 80 persen wilayahnya tertutup lapisan es permanen, menjadikan sebagian besar wilayahnya tidak dapat dihuni. Penduduk Greenland hanya berkisar 56 ribu jiwa, mayoritas berasal dari suku Inuit yang telah lama beradaptasi dengan kondisi ekstrem Arktik.
Secara politik, Greenland bukan negara merdeka. Wilayah ini merupakan daerah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Greenland memiliki pemerintahan dan parlemen sendiri yang mengatur urusan dalam negeri, sementara kebijakan pertahanan dan hubungan luar negeri masih berada di bawah otoritas Denmark.
Ibu kota Greenland adalah Nuuk, yang sekaligus menjadi kota terbesar dengan jumlah penduduk sekitar sepertiga dari total populasi nasional. Menariknya, tidak ada jaringan jalan raya yang menghubungkan antar kota di Greenland. Transportasi antardaerah dilakukan melalui jalur laut dan udara, termasuk pesawat kecil dan helikopter.
Dari sisi ekonomi, Greenland sangat bergantung pada sektor perikanan, khususnya ekspor udang dan ikan. Selain itu, wilayah ini menyimpan potensi besar sumber daya alam seperti mineral tanah jarang, emas, hingga cadangan minyak dan gas. Potensi tersebut membuat Greenland kerap masuk dalam radar kepentingan negara-negara besar.
Perubahan iklim menjadi isu krusial di Greenland. Pencairan lapisan es yang terjadi lebih cepat dari perkiraan ilmuwan berdampak langsung terhadap kenaikan permukaan air laut global. Kondisi ini menjadikan Greenland sebagai salah satu wilayah kunci dalam studi perubahan iklim dunia.
Nama “Greenland” atau “tanah hijau” sendiri memiliki sejarah panjang. Nama tersebut diberikan oleh penjelajah Viking, Erik the Red, pada abad ke-10, diduga untuk menarik pemukim ke wilayah tersebut, meski kenyataannya Greenland lebih didominasi oleh es daripada daratan hijau.
Dengan posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam, serta perannya dalam isu iklim global, Greenland diperkirakan akan terus menjadi titik penting dalam dinamika geopolitik internasional ke depan.
