
Metronusa News, LABUHANBATU – Warga Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dilaporkan resah atas dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah mereka. Aktivitas tersebut disebut-sebut semakin terbuka dan sulit diabaikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (23/3/2026), seorang pria berinisial SP alias Dong diduga berperan sebagai pengendali jaringan. Ia bahkan disebut oleh sebagian warga sebagai sosok “big boss” dalam peredaran sabu di daerah tersebut.
Sejumlah warga mengaku melihat aktivitas mencurigakan yang terjadi hampir setiap hari. Kendaraan roda empat, termasuk mobil mewah, disebut kerap keluar-masuk desa, dengan orang-orang tak dikenal yang datang dan pergi tanpa kejelasan.
“Ini bukan sekadar isu. Aktivitasnya sudah terlihat jelas. Orang luar terus berdatangan, tapi kami tidak tahu siapa mereka,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Selain SP alias Dongn, beberapa nama lain juga ikut disebut warga, di antaranya RB alias PK OC dan ALX. Ketiganya diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, termasuk sebagai perantara atau kurir yang dalam istilah lokal dikenal sebagai “becak” atau “tukang pundak”.
Tak hanya itu, warga juga menduga jaringan ini memiliki jalur pasokan dari luar daerah. Informasi yang beredar menyebutkan sabu diduga masuk dari provinsi lain, seperti Riau, sebelum diedarkan di wilayah Tanjung Haloban.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin khawatir, terutama terhadap dampak yang bisa merusak generasi muda. Warga pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji. Kalau ini dibiarkan, masa depan anak-anak kami yang jadi taruhannya,” tegas warga lainnya.
Masyarakat kini menaruh perhatian serius kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu dan Badan Narkotika Nasional (BNN) agar segera melakukan penyelidikan secara profesional, terbuka, dan transparan.
Warga juga meminta klarifikasi resmi dari aparat. Jika dugaan tersebut tidak benar, maka perlu ada penjelasan untuk menghindari keresahan publik. Namun, jika terbukti, tindakan tegas tanpa kompromi dinilai mutlak diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan BNN masih dalam proses konfirmasi. Sementara itu, tekanan publik terus meningkat, dan warga menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada kepastian hukum serta jaminan keamanan di wilayah mereka.
