
MetronuaaNews.id | BANJARNEGARA, JAWA TENGAH – 23 Maret 2026. Peredaran pil terlarang di wilayah Kecamatan Punggelan kian berada pada titik mengkhawatirkan. Bahkan, dampaknya kini menyasar anak di bawah umur. Seorang siswa kelas 1 MTs dilaporkan sempat hilang selama satu hari satu malam pada malam Hari Raya Idul Fitri, diduga setelah mengonsumsi pil terlarang.
Korban akhirnya ditemukan warga di Dusun Domas, Desa Danakerta, pada Sabtu (21/03/2026) dalam kondisi memprihatinkan. Ia masuk ke salah satu rumah warga dalam keadaan telanjang bulat dan meminta minum, diduga akibat efek zat berbahaya yang dikonsumsinya.
Tim media yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan awal serta berupaya menenangkan korban. Dari keterangan yang dihimpun, anak tersebut diketahui berasal dari Desa Klapa, Kecamatan Punggelan.
Pihak keluarga kemudian dihubungi dan tidak lama berselang, orang tua korban datang menjemput anaknya dalam kondisi syok.
Orang Tua Murka: “Ini Sudah Merusak Generasi Muda!”
Dalam keterangannya, orang tua korban mengaku sangat terpukul sekaligus geram atas maraknya peredaran pil terlarang di wilayah tersebut.
“Saya sangat mengecam warung-warung yang menjual pil terlarang itu. Ini sudah benar-benar merusak generasi muda. Anak saya sendiri baru kelas 1 MTs sudah jadi korban,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi di lingkungannya sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, menurutnya, penyalahgunaan pil tidak hanya terjadi pada remaja, tetapi juga mulai menjangkiti anak usia sekolah dasar.
“Di desa saya, anak SD pun sudah ada yang mengonsumsi. Hampir 80 persen anak di bawah umur terpapar. Ini sudah darurat,” ungkapnya.
Desakan Keras ke APH: Jangan Tutup Mata!
Orang tua korban mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Banjarnegara untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran pil terlarang.
“Saya berharap aparat tidak tutup mata. Segera tindak tegas warung-warung itu. Kalau tidak ada tindakan, masyarakat bisa saja turun tangan sendiri,” ujarnya dengan nada tegas.
Alarm Keras untuk Semua Pihak
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat. Peredaran obat-obatan terlarang yang kini telah menyasar anak-anak menunjukkan kondisi darurat yang tidak bisa lagi dianggap sepele.
MetronusaNews mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak serta memperkuat edukasi terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan, demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman yang semakin nyata.
