Dari Bambu ke Baja: Kodim 0708/Purworejo Wujudkan Jembatan Aman, Petani dan Pelajar Tak Lagi Waswas

  • Bagikan

Metronusa News, Purworejo | Pembangunan Jembatan Gantung Garuda sepanjang 30 meter di atas Sungai Gesing oleh Kodim 0708/Purworejo menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Plipir dan sekitarnya. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan Desa Plipir dengan area persawahan serta membuka akses jalan menuju Desa Pacekelan. Kehadirannya bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan urat nadi baru yang akan memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga antar desa.

Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu untuk melintasi Sungai Gesing. Kondisinya yang rapuh dan tidak lagi layak pakai kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama saat warga membawa hasil panen atau ketika anak-anak berangkat ke sekolah. Risiko keselamatan menjadi bayang-bayang yang tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Kondisi jembatan yang memprihatinkan tersebut akhirnya mendorong dibangunnya jembatan gantung permanen yang lebih kokoh dan aman.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas ekonomi masyarakat. Para petani nantinya dapat lebih mudah dan cepat mengangkut hasil panen dari sawah menuju desa maupun pasar. Selain itu, jembatan ini juga akan memperkuat konektivitas antarwilayah serta menunjang akses pendidikan bagi anak-anak, sehingga perjalanan menuju sekolah dapat ditempuh dengan lebih aman dan nyaman.

Hingga Sabtu (28/2/2026), progres pembangunan telah mencapai 85,68 persen. Sejumlah pekerjaan utama seperti pembersihan lahan, bowplang, pondasi, pondasi cyclop, pembesian dan pengecoran dudukan pylon, fabrikasi blok anchor, hingga cor footplat blok anchor tepi dekat telah rampung 100 persen. Sementara itu, tahap finishing plesteran dan acian telah mencapai 60 persen, pemasangan block tali angin 45 persen, serta pengecetan tiang pylon 50 persen.

Dengan capaian progres tersebut, masyarakat kini semakin optimistis menanti selesainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Kehadiran jembatan ini bukan hanya tentang beton dan baja yang menghubungkan dua sisi sungai, melainkan tentang harapan yang dirajut bersama, tentang petani yang melangkah lebih ringan membawa hasil panen, tentang anak-anak yang menyeberang dengan aman menuju sekolah, dan tentang desa-desa yang semakin terhubung dalam semangat kebersamaan dan kemajuan. (Pendam IV/Diponegoro)

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *